Kamis, 25 April 2024

Harga Komoditas Tambang Global Loyo, Saham Tambang RI Merana

 


PT KP Press - Mayoritas saham pertambangan baik tambang emas, batu bara, dan minyak dan gas bumi (migas) terpantau melemah pada perdagangan sesi I Kamis (25/4/2024), di tengah mulai lesunya harga komoditas energi dan pertambangan global.
Per pukul 10:43 WIB, di saham tambang emas, setidaknya ada lima saham yang melemah. Sedangkan di sektor tambang batu bara, ada delapan saham yang merana, dan di sektor tambang migas, ada empat saham yang terkoreksi.

Di saham tambang emas, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi yang paling parah koreksinya di sesi I hari ini yakni mencapai 2,98% ke posisi Rp 1.630/saham.

SahamKode SahamHarga TerakhirPerubahan
Aneka TambangANTM1.630-2,98%
J Resources Asia PasifikPSAB170-2,86%
Merdeka Copper GoldMDKA2.530-2,69%
Wilton Makmur IndonesiaSQMI50-1,96%
Archi IndonesiaARCI332-0,60%

 Berikutnya di saham tambang batu bara, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menjadi yang paling parah koreksinya di sesi I hari ini, yakni ambles 1,87% ke Rp 2.630/saham.

SahamKode SahamHarga TerakhirPerubahan
Adaro Energy IndonesiaADRO2630-1,87%
TBS Energi UtamaTOBA244-1,61%
Mitrabara AdiperdanaMBAP3580-1,38%
Bukit AsamPTBA2920-1,35%
Indo Tambangraya MegahITMG25050-1,18%
Bayan ResourcesBYAN18.850-1,05%

 

Sementara untuk saham migas, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi yang paling parah koreksinya di sesi I yakni ambruk 2,38% menjadi Rp 1.435/saham.

SahamKode SahamHarga TerakhirPerubahan
Medco Energi InternasionalMEDC1.435-2,38%
Energi Mega PersadaENRG206-1,90%
Radiant Utama InterinscoRUIS173-1,14%
AKR CorporindoAKRA1.785-0,28%

 

Saham-saham pertambangan terpantau lesu di tengah mulai melandainya harga komoditas tambang seperti batu bara, migas dan emas.

Di komoditas migas, harganya terpantau melemah. Melansir data Refinitiv, harga minyak mentah pada perdagangan kemarin, 24 April 2024 harga minyak mentah berjangka brent susut 0,45% menjadi US$ 88,02 per barel. Sementara West Texas Intermediate turun 0,66% ke posisi US$ 82,81 per barel.

Pada hari ini, 25 April 2024. Mulai terlihat ada penguatan terbatas dari brent yang naik 0,08% ke angka US$ 88,06 per barel. Sementara WTI menguat 0,01% menjadi US$ 82,82 per barel.

Harga minyak masih dipengaruhi efek kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah mereda dan kemungkinan penundaan penurunan suku bunga acuan bank sentral AS atau The Fed.

Para pedagang masih khawatir terhadap prospek bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama di tengah serangkaian angka inflasi dan lapangan kerja yang kuat.

Hal yang sama juga terjadi di batu bara global, di mana menurut data dari Refinitiv, harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Mei 2024 merosot 0,91% menjadi US$ 135,50 per ton. Depresiasi ini melanjutkan tren pelemahan selama tiga hari beruntun pada pekan ini.

Penyusutan harga batu bara pekan ini, salah satunya dipengaruhi oleh turunnya permintaan batu bara termal melalui perdagangan laut China, ini karena harga dalam negeri yang rendah, ada kenaikan tarif angkutan laut, dan pengiriman untuk kontrak pembelian April sudah hampir selesai.

Sementara untuk harga emas global juga melandai 0,26% ke US$ 2.315,82 per troy ons, berdasarkan data dari Refinitiv.

Depresiasi ini semakin melanjutkan pelemahan sejak awal pekan yang menandai harga emas sudah tiga hari beruntun terkoreksi. Pada pagi ini, hingga pukul 06.42 WIB harga emas belum membaik, dengan pelemahan tipis 0,01% ke posisi US$2.315,49 per troy ons.

Penyusutan harga emas masih ditengarai efek geopolitik di Timur Tengah yang mereda setelah Iran tak membalas serangan Israel pada pekan lalu. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com 

Kamis, 14 Maret 2024

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia, Harga Minyak Melonjak Nyaris 3%

 


Kontakperkasa Futures - Harga minyak mentah kompak bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan hari ini, melanjutkan kenaikan signifikan pada perdagangan sebelumnya yang mencapai level tertinggi dalam 4 bulan karena penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat hingga serangan kilang minyak Rusia.
Pada awal perdagangan hari ini Kamis (14/3/2024), harga minyak mentah WTI bergerak menguat 0,15% di posisi US$79,84 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent bergerak lebih tinggi atau naik 0,12% di posisi US$84,13 per barel.


Pada perdagangan Rabu (13/3/2024), harga minyak mentah WTI ditutup melesat 2,78% di posisi US$79,72 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent terapresiasi 2,58% di posisi US$84,03 per barel.

Harga minyak naik mendekati 3% pada perdagangan Rabu dan menjadi kenaikan ke level tertinggi empat bulan sejak 6 November 2023. Kenaikan harga minyak didorong oleh penarikan mendadak persediaan minyak mentah AS, penurunan stok bensin AS yang lebih besar dari perkiraan, dan potensi gangguan pasokan setelah serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan perusahaan-perusahaan energi secara mengejutkan menarik 1,5 juta barel minyak mentah dari stoknya selama pekan yang berakhir 8 Maret 2024.

Bandingkan dengan perkiraan para analis yang memperkirakan peningkatan produksi sebesar 1,3 juta barel dan penarikan 5,5 juta barel yang ditunjukkan dalam data dari American Petroleum Institute (API).

Sementara itu, bensin berjangka AS RBc1 menunjukkan kenaikan harga terbesar di seluruh kompleks energi, naik sekitar 2,9% ke level tertinggi sejak September 2023 setelah EIA mengatakan perusahaan energi menarik stok bensin yang jauh lebih besar dari perkiraan, yaitu 5,7 juta barel pada minggu lalu.

Bandingkan dengan penarikan 1,9 juta barel dari stok bensin yang diperkirakan para analis.

Di Rusia, Ukraina menyerang kilang minyak pada hari kedua serangan pesawat tak berawak besar-besaran, yang menyebabkan kebakaran di kilang terbesar Rosneft yang menurut Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan upaya untuk mengganggu pemilihan presiden negaranya minggu ini.

"Karena kapasitas penyulingan Rusia rusak akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina, hal ini dapat mengakibatkan Rusia mengekspor lebih sedikit bahan bakar diesel sehingga berpotensi bagi Rusia untuk mulai mengimpor bensin dan tentu saja akan mempengaruhi harga di seluruh dunia," ujar Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Rekan di Houston, kepada Reuters.

Putin mengatakan kepada negara-negara Barat bahwa Rusia secara teknis siap menghadapi perang nuklir dan jika AS mengirimkan pasukan ke Ukraina, hal ini akan dianggap sebagai eskalasi konflik yang signifikan. Namun Putin juga mengatakan dia melihat tidak perlunya penggunaan senjata nuklir di Ukraina.

Minyak dan pasar keuangan yang lebih luas juga mendapat dukungan dari sentimen bahwa data terbaru mengenai inflasi AS tidak akan menggagalkan penurunan suku bunga pada pertengahan tahun.

Suku bunga yang lebih rendah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendukung permintaan minyak.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap berpegang pada perkiraan pertumbuhan permintaan minyak sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada tahun 2024, lebih tinggi dari perkiraan lainnya.

Badan Energi Internasional (IEA), yang memperkirakan pertumbuhan permintaan akan jauh lebih rendah, memperbarui perkiraannya pada hari Kamis. - Kontakperkasa Futures

Sumber : cnbcindonesia.com

Senin, 26 Februari 2024

ANALIS MARKET (26/2/2024) : IHSG Berpotensi Rebound

 


Kontakperkasa Futures - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, di Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 0,16% dan S&P 500 naik 0,03% karena keduanya membukukan level penutupan tertinggi baru, di tengah optimisme atas hasil yang kuat dari Nvidia, sementara imbal hasil obligasi turun karena pasar bertaruh bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga hingga setidaknya bulan Juni.

Wall Street sebagian besar menguat karena market capitalization Nvidia secara singkat melesat di atas $ 2 triliun untuk pertama kalinya, didorong oleh keriuhan AI yang telah menyita perhatian para investor sejak laporan pendapatan kuartalan blockbuster pembuat chip ini pada dua hari sebelumnya.

Di sisi lain, para investor khawatir valuasi Nvidia sudah menjadi mahal setelah reli yang telah mengangkat S&P 500 lebih dari 7% sepanjang tahun ini, di tengah optimisme tentang keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan-perusahaan dari kecerdasan buatan (AI).

Futures Fed Fund Rate menunjukkan peluang 52,6% untuk pemangkasan pada bulan Juni, dengan probabilitas 35,5% tanpa pemangkasan; sebuah pembalikan tajam dari taruhan pada 1 Februari dengan peluang 62% untuk pemangkasan pada bulan Maret, menurut FedWatch Tool CME Group. Sementara itu, Imbal Hasil US Treasury bertenor dua tahun, yang mencerminkan ekspektasi suku bunga, turun 2,2 basis poin menjadi 4,692%, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun turun 7,5 basis poin menjadi 4,252%. Obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi tiga bulan di 4,3540% semalam.

MARKET EROPA: Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,43% untuk membukukan kenaikan lima minggu berturut-turut dan level penutupan tertinggi baru. Indeks CAC40 Prancis dan DAX Jerman juga ditutup pada rekor tertinggi. Sentimen bisnis Jerman pun turun secara tak terduga di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa ini pada bulan Desember, seperti ditunjukkan oleh German Ifo Business Climate Index. Imbal hasil obligasi Jerman berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena data ekonomi dan pejabat bank sentral terus mengurangi harapan investor untuk penurunan suku bunga yang cepat oleh Bank Sentral Eropa tahun ini.

MARKET ASIA: Pasar saham Jepang ditutup untuk hari libur nasional pada hari Jumat, tetapi Nikkei berjangka naik hampir 1%, menunjukkan bahwa saham-saham Jepang akan memperpanjang rekor kenaikannya minggu depan. Saham-saham Cina terombang-ambing antara untung dan rugi. Indeks Komposit Shanghai naik di atas angka psikologis kunci 3.000 poin. Indeks ini naik 4,6% untuk minggu lalu dan telah naik sekitar 10% dari posisi terendah lima tahun yang ditetapkan lebih dari dua minggu yang lalu. Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 0,1%. Data menunjukkan pada hari Jumat bahwa harga rumah baru di China turun untuk bulan ketujuh di bulan Januari, membuat sentimen rapuh karena upaya para pembuat kebijakan untuk memulihkan kepercayaan di sektor property yang dililit utang ini berjuang untuk mendapatkan daya tarik.

Dollar Index siap untuk mencatat penurunan mingguan untuk pertama kalinya pada tahun 2024 karena investor mengkonsolidasikan posisi dan mencari panduan lebih lanjut tentang ekonomi global. Indeks dolar naik 0,029%, dengan euro turun 0,03% menjadi $ 1,082.

KOMODITAS: MINYAK mentah berjangka AS turun $2,12 menjadi $76,49 per barel dan Brent turun $2,05 menjadi $81,62. Harga EMAS ditetapkan untuk kenaikan mingguan, didukung oleh dolar yang lebih lemah. Emas berjangka AS ditutup 0,9% lebih tinggi pada $ 2.049,40 per ons.

IHSG menutup pekan lalu dengan perdagangan yang volatile, terombang-ambing antara Support 7260 dan Resistance alot di 7370 yang tak kunjung bisa ditembus. Pertaruhan pekan ini apakah Support mampu bertahan ataukah IHSG finally memilih untuk mampu break out Resistance, merupakan penentuan yang ditunggu-tunggu para pelaku pasar.

Oleh karena itu, analis NH Korindo Sekuritas menyarankan para investor / trader untuk menunggu arah penembusan sebelum memutuskan tindakan pada portofolio masing-masing.

“Secara teknikal harga ditolak area support 7270-7280, potensial memantul (rebound),” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Senin (26/2). - Kontakperkasa Futures

Sumber : investing.com

Jumat, 16 Februari 2024

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Menghijau Lagi

 


PT Kontakperkasa Futures - Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Jumat (16/2/2024), mengekor bursa saham Amerika Serikat (AS) karena sentimen pasar cenderung membaik.
Per pukul 08:03 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,83%, Straits Times Singapura menguat 0,28%, ASX 200 Australia terapresiasi 0,4%, dan KOSPI Korea Selatan bertambah 0,48%.

Sementara untuk pasar saham China hingga hari ini belum dibuka karena masih libur dalam rangka Imlek. Adapun pasar saham China akan kembali dibuka pada Senin pekan depan.

Baca: Prabowo Menang Quick Count, IHSG Lompat-Asing Borong Rp2,73 T Saham RI
Bursa Asia-Pasik yang cenderung menguat terjadi di tengah kembali bergairahnya bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin.

Indeks Dow Jones Index (DJI) ditutup melesat 0,91%, S&P 500 menguat 0,58%, dan Nasdaq Composite berakhir terapresiasi 0,3%.

Wall Street berakhir di zona hijau karena penjualan ritel AS yang melandai cukup jauh, menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan konsumen AS di bawah beban inflasi yang tinggi dan suku bunga yang juga tinggi, dan menurunkan imbal hasil obligasi.

Laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel AS turun 0,8 persen pada Januari lalu, seiring merosotnya penjualan mobil dan bahan bakar minyak (BBM).

Pelemahan penjualan ritel AS mencuatkan harapan segera dilakukannya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Berdasarkan perangkat FedWatch CME Group, kemungkinan terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Mei mencapai 40%, sedangkan pada Juni mencapai 79%.

Namun, pasar yang memprediksi pemangkasan suku bunga The Fed pada Maret mendatang terpantau mengecil dibandingkan sekitar sebulan lalu, yakni sebesar 10,5%.

Meski penjualan ritel AS melandai, tetapi data tenaga kerja AS masih cukup panas, membuat pasar seperti bimbang karena data ekonomi dan tenaga kerja di AS masih belum searah pergerakannya.

Laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah klaim awal tunjangan pengangguran mencapai 212.000 pada pekan yang berakhir 10 Februari, lebih rendah dari ekspektasi 212.000.

Di lain sisi, musim rilis laporan keuangan terus memberikan gambaran yang rumit tentang korporasi Negeri Paman Sam. Tripadvisor melonjak 5% setelah berhasil mengalahkan perkiraan kinerja keuangan. - PT Kontakperkasa Futures

Sumber : cnbcindonesia.com

Senin, 12 Februari 2024

Harga Emas Antam Senin Pagi Stagnan

 


PT Kontakperkasa Futures - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (12/2/2024) pagi, stagnan atau tidak berubah di posisi Rp 1.135.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan juga berada di posisi Rp 1.135.000 per gram dalam perdagangan pada Sabtu (10/2/2024).

Lengkapnya Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Lengkapnya di Sini
Sedangkan, harga jual kembali (buyback) emas batangan Senin pagi juga tidak berubah di posisi Rp 1.030.000 per gram sama dengan harga buyback pada Sabtu (10/2/2024).

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.


Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Senin:

- Harga emas 0,5 gram: 617.500

- Harga emas 1 gram: Rp1.135.000

- Harga emas 2 gram: Rp2.210.000

- Harga emas 3 gram: Rp3.290.000

- Harga emas 5 gram: Rp5.450.000

- Harga emas 10 gram: Rp10.845.000

- Harga emas 25 gram: Rp26.987.000

- Harga emas 50 gram: Rp53.895.000

- Harga emas 100 gram: Rp107.712.000

- Harga emas 250 gram: Rp269.015.000

- Harga emas 500 gram: Rp537.820.000

- Harga emas 1.000 gram: Rp1.075.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. - PT Kontakperkasa Futures 

Sumber : republika.co.id

Senin, 05 Februari 2024

Ini Dia Bocoran Harga Emas di 2024 dari Bos Freeport

 


PT Kontakperkasa Futures - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyebutkan proyeksi harga emas pada 2024 ini masih akan berada di kisaran US$ 1.900 sampai US$ 2.000 per troy ons.
Hal itu seperti dikatakan oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. Dia mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi harga emas di tahun 2024.

"Itu kan ada banyak faktor, ada faktor supply and demand dan geopolitik dan pengaruh situasi keamanan global, kemudian US$ exchange rate," ungkapnya dalam program Mining Outlook 2024 CNBC Indonesia, dikutip Senin (5/2/2024).

Namun, dia mengatakan pihaknya bukanlah ahli yang bisa memprediksi harga emas di tahun 2024 ini. Namun, menurut perhitungannya, harga emas tahun 2024 ini akan berkisar US$ 1.900 hingga US$ 2.000 per troy ons.

"Kelihatannya memang kami bukan ahli dalam proyeksi, tapi kami konservatif. US$ 1.900 per ons sampai US$ 2.000 per ons. Sekarang kan US$ 2.050 per ons, itu kira-kira kami tangkap dari analis," jelasnya.

Tony menyebutkan, berapa pun harga emas yang ada, pihaknya memastikan akan melakukan kegiatan produksi dengan aman dan berkelanjutan.

"Kami fokus ke yang bisa dikendalikan dengan aman dan berkelanjutan," tandasnya.

Tony menyebut, PT Freeport Indonesia berhasil memproduksi emas sepanjang tahun 2023 hingga hampir 2 juta ons. Capaian ini melampaui target produksi 2023 yang ditetapkan perusahaan, yakni sebesar 1,8 juta ons. Sementara produksi tembaga mencapai 1,7 miliar pon.

Adapun untuk 2024 ini, perusahaan menargetkan produksi emas bisa mencapai 1,9 juta ons dan tembaga sebesar 1,7 miliar pon.

Perlu diketahui, harga emas menguat pada awal perdagangan hari ini, setelah kejatuhan nyaris 1% pada akhir perdagangan pekan kemarin, karena data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat.

Pada perdagangan Jumat (2/2/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,79% di posisi US$ 2.038,59 per troy ons. Penurunan ini mematahkan trend penguatan empat hari beruntun pada sepekan kemarin.

Sementara, hingga pukul 06.30 WIB Senin (5/2/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,13% di posisi US$ 2.041,29 per troy ons. - PT Kontakperkasa Futures

Sumber : cnbcindonesia.com

Kamis, 01 Februari 2024

Harga Emas Kembali Naik 3 Hari Beruntun meski Rate Cut FED Mundur

 


Kontakperkasa Futures - Harga emas spot naik tipis pada Kamis (01/02) pagi setelah Federal Reserve (FED) menahan suku bunga acuan. Logam kuning kembali melanjutkan tren positif selama tiga hari beruntun.

Harga emas spot naik tipis 0,05% ke $2.040,36/oz pukul 07.11 WIB dan emas berjangka terlihat turun di 2.057,50/oz menurut data Investing.com. Kedua instrumen kembali ditutup menguat 0,2% lebih pada sesi Rabu.

Emas kemungkinan catat support di $2.017,00 dan resistance di $2.074,45.

Sementara di Comex sesi Rabu, Perak untuk penyerahan Maret sempat jatuh 1,14% dan diperdagangkan di $22,96 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret turun 0,54% dan diperdagangkan ke $3,89 per pon.

Logam kuning mengalami gejolak pergerakan nan fluktuatif semalam hingga keputusan the Fed.

Gunakan kode kupon diskon "IDNPRO24A" dan dapatkan diskon tambahannya untuk InvestingPro+ durasi 1 tahun (Annual). Klik link ini lebih lanjut.

Federal Reserve menahan suku bunga tetap pada Kamis (01/02) dini hari WIB tadi, meskipun isyaratkan tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga karena keyakinan lebih diperlukan bahwa inflasi yang "meningkat" terus melambat menuju target saat ada pertumbuhan ekonomi yang "solid" dan kenaikan lapangan kerja yang kuat.

"Komite tidak memperkirakan akan tepat untuk mengurangi kisaran target sampai mendapat keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2 persen," kata Fed dalam pernyataan kebijakan moneternya pada Rabu setempat.

Ketua Fed Jerome Powell memberikan pukulan lebih lanjut terhadap penurunan suku bunga pada bulan Maret, dengan mengatakan bahwa tingkat kepercayaan diri tidak akan cukup membaik pada bulan Maret untuk menurunkan suku bunga.

"Berdasarkan rapat hari ini, saya rasa tidak mungkin komite akan mencapai tingkat kepercayaan diri pada rapat bulan Maret, untuk mengidentifikasi Maret sebagai waktu untuk melakukan hal tersebut," kata Powell dalam menanggapi pertanyaan tentang apakah Fed dapat menurunkan suku bunga pada bulan Maret. Namun, Ketua Fed menekankan bahwa keputusan kebijakan di masa depan akan tergantung pada data yang masuk.

Meski peluang pemangkasan pada bulan Maret mengalami penurunan, jatuh ke sekitar 30% dari sekitar 65% sebelum pernyataan tersebut, beberapa ekonom terus mempertahankan harapan pemangkasan suku bunga lebih awal.

Federal Open Market Committee, atau FOMC, mempertahankan suku suku bunga acuan di kisaran 5,25% hingga 5,50%.

Ini adalah rapat kelima berturut-turut di mana FOMC memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang stabil karena data ekonomi baru-baru ini - yang menunjukkan perlambatan inflasi, tetapi pasar tenaga kerja yang masih kuat - telah menimbulkan ekspektasi bahwa the Fed dapat melakukan soft landing dengan mengendalikan inflasi ke target 2% tanpa menyebabkan lonjakan pengangguran yang besar.

The Fed tampaknya mendukung pandangan tersebut, dengan mengakui dalam pernyataannya bahwa "risiko-risiko untuk mencapai target-target ketenagakerjaan dan inflasi bergerak ke arah yang lebih baik."

Rilis data terbaru harga-harga PCE inti, ukuran inflasi yang disukai The Fed, turun di bawah 3% secara tahunan pada bulan Desember untuk pertama kalinya sejak April 2021. Namun, meskipun The Fed menyambut baik perlambatan inflasi selama setahun terakhir, lajunya tetap "tinggi." - Kontakperkasa Futures

Sumber : investing.com