Kamis, 28 Desember 2023

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Jenis Antam Naik Rp5.000

 


PT Kontakperkasa - Harga emas batangan yang dijual di PT Pegadaian bergerak beragam pada perdagangan hari ini, Kamis (28/12/2023). Emas jenis Antam menguat sementara lainnya yakni Retro dan UBS melemah tipis.
Pegadaian sendiri menjual berbagai jenis emas, yaitu emas Antam, Antam Retro, dan UBS. Ukurannya pun dijual beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol di Rp 1.166.000, naik Rp5.000. Emas ini tersedia mulai ukuran/satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Sementara itu, emas Antam Retro harga 1 gram senilai Rp 1.135.000, turun Rp2.000. Antam Retro adalah emas kemasan lama di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas Antam Retro kali terakhir diproduksi pada 2018, dan tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 100 gram.

UBS yang dikeluarkan PT Untung Bersama Sejahtera harganya Rp1.135.000 per gram, turun Rp1.000. Emas UBS yang tersedia lengkap mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Satuan

Harga Antam

Harga Antam Retro

Harga UBS

0.5

Rp 635.000

Rp 606.000

Rp 606.000

1

Rp 1.166.000

Rp 1.135.000

Rp 1.135.000

2

Rp 2.270.000

Rp 2.248.000

Rp 2.252.000

3

Rp 3.379.000

Rp 3.339.000

Rp 0

5

Rp 5.597.000

Rp 5.548.000

Rp 5.564.000

10

Rp 11.137.000

Rp 11.027.000

Rp 11.069.000

25

Rp 27.713.000

Rp 27.410.000

Rp 27.618.000

50

Rp 55.345.000

Rp 54.721.000

Rp 55.122.000

100

Rp 110.610.000

Rp 109.345.000

Rp 110.198.000

250

Rp 276.253.000

Rp 273.032.000

Rp 275.414.000

500

Rp 552.291.000

Rp 545.801.000

Rp 550.179.000

1000

Rp 1.104.540.000

Rp 1.091.551.000

Rp 0

 - PT Kontakperkasa

Sumber : cnbcindonesia.com

 

Senin, 27 November 2023

Konflik Timur Tengah Memudar, Minyak Anjlok 4 Hari Beruntun

 


PT KP Press - Harga minyak mentah dunia dibuka melemah pada perdagangan hari ini Senin (27/11/2023) di tengah memudarnya konflik Timur Tengah, di mana pembebasan beberapa sandera di Gaza.
Harga minyak mentah WTI dibuka lebih rendah 0,30% di posisi US$75,31 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent dibuka melemah 0,22% ke posisi US$80,4 per barel.

Pada perdagangan Jumat (24/11/2023), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 1,05% di posisi US$75,54 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup jatuh 1,03% ke posisi US$80,58 per barel.

Minyak turun pada perdagangan Jumat karena pembebasan beberapa sandera di Gaza mengurangi premi risiko geopolitik, tetapi harga minyak mencatat kenaikan pada mingguan dalam sepekan kemarin menjelang pertemuan OPEC+ pada pekan ini untuk memutuskan pengurangan produksi pada tahun 2024.

Kelompok sandera pertama yang dibebaskan dari penawanan di Gaza kembali ke Israel pada hari Jumat, pada hari pertama dari rencana gencatan senjata selama empat hari di mana pertukaran sandera lebih lanjut dengan tahanan Palestina akan dilakukan.

Kedua kontrak harga minyak mengalami kenaikan mingguan pertamanya pada pekan kemarin dalam lima minggu karena OPEC+ bersiap menghadapi pertemuan yang akan membahas agenda penurunan produksi setelah harga minyak turun baru-baru ini karena kekhawatiran permintaan dan meningkatnya pasokan, terutama dari produsen non-OPEC.

Kelompok OPEC+, yang terdiri dari organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya termasuk Rusia, mengejutkan pasar pada hari Rabu dengan menunda tanggal 26 November menjadi 30 November setelah produsen kesulitan mencapai konsensus mengenai tingkat produksi.

OPEC+ semakin mendekati kompromi dengan produsen minyak Afrika mengenai tingkat produksi tahun 2024, menurut tiga sumber OPEC+ kepada Reuters.

"Hasil yang paling mungkin terjadi saat ini tampaknya adalah perpanjangan dari pemotongan yang sudah ada," ucap analis IG Tony Sycamore.

Penundaan yang mengejutkan ini pada awalnya membuat kontrak berjangka Brent turun sebanyak 4% dan WTI sebanyak 5% dalam perdagangan intraday pada hari Rabu. Perdagangan tetap tenang selama hari libur AS pada hari Kamis.

"Meskipun saya tidak terlalu terkejut melihat kebocoran atau komentar selama akhir pekan yang masih berdampak pada harga minyak pada pembukaan minggu depan, pertemuan sebenarnya yang terjadi pada hari Kamis dapat membuat pikiran para pedagang agak tenang," ujar Craig. Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Titik terang datang dari prospek perekonomian jangka pendek di China. Data China baru-baru ini dan bantuan baru kepada sektor properti yang berhutang bisa menjadi "positif bagi tren jangka pendek pasar minyak", ucap analis CMC Markets, Tina Teng.

Namun kenaikan tersebut dapat dibatasi oleh stok minyak mentah AS yang lebih tinggi dan margin penyulingan yang buruk, yang menyebabkan melemahnya permintaan dari kilang-kilang AS, menurut para analis.

"Perkembangan fundamental bersifat bearish dengan meningkatnya persediaan minyak AS," ucap analis ANZ dalam sebuah catatan.

Namun, prospek jangka panjang di China masih lemah. Para analis mengatakan pertumbuhan permintaan minyak bisa melemah menjadi sekitar 4% pada semester pertama tahun 2024 karena krisis di sektor properti membebani penggunaan solar.

Pertumbuhan produksi non-OPEC akan tetap kuat, dengan perusahaan energi negara Brazil, Petrobras, berencana untuk menginvestasikan US$102 miliar selama lima tahun ke depan untuk meningkatkan produksi menjadi 3,2 juta barel setara minyak per hari (boepd) pada tahun 2028, naik dari 2,8 juta boepd pada tahun 2024. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com

Selasa, 21 November 2023

Mayoritas Bursa Asia Sumringah, IHSG Bakal Ikutan?

 


PT KP Press - Mayoritas bursa Asia-Pasifik terpantau menguatpada awal perdagangan Selasa (21/11/2023), mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street karena reli saham-saham teknologi kembali terjadi.
Per pukul 08:50 WIB, indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,44%, Shanghai Composite China menguat 0,59%, ASX 200 Australia naik 0,17%, dan KOSPI Korea Selatan menanjak 0,86%.

Baca: Terjawab Hari Ini! Apakah Twin Deficit Masih Jadi Hantu RI?
Sedangkan untuk indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,09% dan Straits Times Singapura melemah 0,14%.

Dari Australia, pada hari ini, bank sentral (Reserve Bank of Australia/RBA) akan mengumumkan notulen rapat akan menarik minat investor. Pertumbuhan upah dan jumlah lapangan kerja Australia baru-baru ini mengisyaratkan perlunya jalur suku bunga RBA yang lebih agresif.

Kondisi pasar tenaga kerja yang ketat mendukung pertumbuhan upah dan pendapatan yang dapat dibelanjakan. Tren peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan mendorong belanja konsumen dan tekanan inflasi yang didorong oleh permintaan.

Risalah rapat dapat mengungkapkan kesediaan anggota dewan untuk mendorong suku bunga lebih tinggi.

Jalur suku bunga RBA yang lebih hawkish akan meningkatkan biaya pinjaman, mengurangi pendapatan yang dapat dibelanjakan dan belanja konsumen.

Secara signifikan, tren penurunan belanja konsumen akan mengurangi tekanan inflasi yang didorong oleh permintaan.

Gubernur RBA, Michele Bullock dan anggota dewan Schwartz dijadwalkan untuk berbicara. Komentar hawkish akan mendukung permintaan pembeli terhadap dolar Australia.

Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang secara mayoritas cenderung menguat mengikuti pergerakan bursa Wall Street kemarin, ditopang oleh saham-saham teknologi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutupmenguat 0,74%, S&P 500 bertambah 0,74%, dan Nasdaq Composite melesat 1,13%.

Saham-saham teknologi kembali mencetak reli semalam, terutama Nvidia. Sektor jasa teknologi dan komunikasi merupakan sektor yang memperoleh keuntungan terbesar di S&P 500, masing-masing naik 1,1% dan 0,8%.

Saham Microsoft melesat 2% ke US$ 377,44 atau level tertinggidalam 52 minggu. Sedangkan saham Nvidiamencetak rekor baru di posisi US$ 504,09 dan saham Palo Alto Networks melesat 5,2%.

Saham Intel juga melambung 2,1%, dan Paramount terbang 5,6%, serta Netflix naik 1,8%.

Wall Street tetap menguat meski pasar pekan ini relatif singkat akibat pendeknya perdagangan pekan ini karena adanya libur Thanksgiving yang mengurangi hari dan jam perdagangan bursa saham Negeri Paman Sam.

Sebagai informasi, pasar AS akan tutup pada Kamis mendatang karena libur Thanksgiving. Selain itu, perdagangan Jumat juga akan dipersingkat. Perdagangan di sekitar liburan Thanksgiving telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, namun November masih merupakan bulan dengan kinerja terbaik untuk S&P 500, menurut Stock Traders' Almanac.

Meskipun perdagangan pekan ini singkat, terdapat beberapa katalis utama untuk pasar ke depan.

Kenaikan pasar tetap antusias hingga akhir tahun ini, terutama setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis pekan lalu, sehingga menghilangkan kekhawatiran investor terhadap harga yang melambung dan memberikan indikasi harapan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dapat berhenti menaikkan suku bunga.

"Pasar mulai benar-benar percaya bahwa The Fed sudah selesai menetapkan [kenaikan] suku bunganya," kata Jamie Cox, Managing Partner di Harris Financial Group.

Sementara itu, para pelaku pasar juga menantikan risalah rapat The Fed (FOMC Minutes) terbaru, yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu dini hari waktu Indonesia. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com

Senin, 13 November 2023

Update Pasar Global: Saham Asia Pasifik Dibuka Positif, Sektor Tekno Topang Wall Street

 


PT Kontakperkasa - Hari Senin menjadi awal yang positif bagi sebagian besar pasar Asia Pasifik, menyusul lonjakan yang didorong oleh teknologi di Wall Street pada hari Jumat lalu.

Indeks S&P/ASX 200 turun 0,1%, Nikkei 225 menguat 0,8% dan KOSPI 200 menguat 0,6% pukul 07.20 WIB.

Di AS, indeks-indeks saham menguat pada hari Jumat. Nasdaq Composite melonjak 2,1%, S&P 500 melesat 1,6% dan Dow Jones Industrial Average bertambah 1,2%.

Kendati terjadi penurunan pada hari Kamis pekan lalu, yang mengakhiri kemenangan beruntun terpanjang S&P 500 sejak tahun 2004, pasar saham mendapatkan kembali momentumnya pada hari Jumat. Hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan penjualan Taiwan Semiconductor Manufacturing (NYSE:TSM) pada bulan Oktober, yang menopang saham-saham chip. Namun, komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell soal potensi kenaikan suku bunga dan penjualan utang jangka panjang pemerintah yang lemah memberikan tekanan bagi pasar.

Investor tampaknya mengabaikan hasil survei awal November dari University of Michigan, yang dirilis pada hari Jumat, yang mengungkap lemahnya sentimen konsumen dan inflasi yang lebih tinggi dari estimasi. Beberapa saham terpengaruh oleh laporan keuangan, tetapi secara keseluruhan, pasar menunjukkan ketahanan.

Di pasar komoditas, minyak Brent turun sementara emas turun. Pasar obligasi lokal mengalami sedikit penguatan, dengan yield obligasi pemerintah Australia 2 tahun mencapai 4,29% dan yield 10 tahun sebesar 4,62%.

Di Asia, saham-saham China ditutup lebih rendah minggu lalu, dengan saham-saham asuransi dan otomotif memimpin kerugian. Shanghai Composite Index melemah 0,5% ke 3088,97, sementara Indeks Komposit Shenzhen turun 0,4%. Saham-saham Hong Kong juga ditutup negatif, di mana Hang Seng Index anjlok 1,8% menjadi 17.203,26. Nikkei Stock Average Jepang turun tipis 0,2% dan ditutup di 32.368,11 akibat kekhawatiran akan pengetatan lebih lanjut dari The Fed.

Saham-saham Eropa juga mengalami penurunan susul kerugian di Asia. Stoxx Europe 600 dan CAC 40 keduanya turun lebih dari 1%, sementara DAX turun 0,9%. FTSE 100 turun 1% menjadi 7382.06, mengikuti penurunan saham Eropa setelah warning Powell soal potensi kenaikan suku bunga. Terlepas dari kerugian ini, minyak Brent mengalami kenaikan 1,1% menjadi $80,92 per barel, sempat memberikan dorongan pada saham-saham minyak. - PT Kontakperkasa

Sumber : investing.com

Kamis, 09 November 2023

IHSG Bangkit Lagi, 5 Saham Big Cap Ini Jadi Penggeraknya

 


PT KP Press - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan sesi I Kamis (9/11/2023), setelah pada awal sesi I hari ini sempat bergerak naik-turun.

Per pukul 10:22 WIB, IHSG menuat 0,41% ke posisi 6.831,675. IHSG kembali menembus level psikologis 6.800 pada sesi I hari ini, setelah kemarin sempat terkoreksi ke level psikologis 6.700.


Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini mencapai sekitaran Rp 2,4 triliun dengan melibatkan 5 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 426.908 kali. Sebanyak 270 saham terapresiasi, 193 saham terdepresiasi dan 215 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor energi menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I hari ini, yakni mencapai 1,19%. Selain sektor energi, sektor infrastruktur juga menjadi penopang IHSG di sesi I1 hari ini yakni sebesar 1,01%.

Selain itu, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menopang IHSG di sesi I hari ini.

EmitenKode SahamIndeks PoinHarga TerakhirPerubahan Harga
Telkom Indonesia (Persero)TLKM3,523.5501,14%
Astra InternationalASII3,415.8001,31%
Bank Rakyat Indonesia (Persero)BBRI2,945.2500,48%
Adaro Energy IndonesiaADRO1,482.4801,64%
Bank Negara Indonesia (Persero)BBNI1,094.9101,23%


Saham telekomunikasi BUMN yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 3,5 indeks poin.

Selain itu, dua saham bank raksasa juga menjadi movers IHSG di sesi I hari ini, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 2,9 indeks poin dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 1,1 indeks poin.

IHSG kembali rebound pada sesi I hari ini, setelah terkoreksi selama dua hari sebelumnya. Sentimen kembali membaik dari dalam negeri di mana data penjualan ritel Indonesia kembali meningkat pada September 2023.

Penjualan ritel di Indonesia mencapai 1,5% (year-on-year/yoy) pada September 2023, naik dari sebelumnya pada Agustus lalu sebesar 1,1%. Namun, angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar di Trading Economics sebesar 2,9%.

Tingkat penjualan yang masih menguat mengindikasikan tingkat konsumsi yang lebih baik. Hal ini memungkinkan permintaan yang bertambah mendorong kenaikan harga.

Sementara itu, investor juga makin optimis bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) akan kembali menahan suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir tahun ini yakni Desember mendatang.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, 92,9% investor yakin The Fed akan kembali menahan suku bunga acuan di 5,25%-5,5% dalam pertemuan bulan depan yang juga menjadi pertemuan terakhir di tahun ini.

Hal ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa data tenaga kerja AS akan terus mendinging, membuat The Fed bakal kembali menahan suku bunga acuannya.

Pada periode pekan yang berakhir tanggal 28 Oktober 2023, tercatat jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat 5.000 menjadi 217.000.

Angka tersebut berada di atas ekspektasi pasar sebesar 210.000, menandai jumlah klaim tertinggi dalam hampir dua bulan. Sementara konsensus berekspektasi klaim pengangguran awal yang berakhir tanggal 4 November 2023 naik menjadi 218.000. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com

Selasa, 07 November 2023

Asing Diam-diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Terbang

 


PT Kontakperkasa - Setelah pekan lalu perlahan mulai bangkit, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di awal pekan ini Senin (6/11/2023). Indeks terus berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin.
IHSG kemarin ditutup melonjak 1,33% di 6.878,83 pada penutupan sesi II perdagangan kemarin. Pergerakan positif ini terjadi walaupun data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2023 cenderung melandai.

Baca: Ekonomi RI Mengecewakan, Semoga Ada Kabar Baik dari China
Tercatat nilai transaksi kemarin sebesar Rp10,14 triliun dengan volume transaksi sebanyak 27,94 miliar saham. Terdapat 308 saham naik, 213 saham turun, dan 237 saham jalan di tempat.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp269,45 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp467,01 miliar di pasar reguler. Di samping itu, investor asing juga tercatat melakukn penjualan bersih (net sell) sebesar Rp197,56 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Maka demikian, saham-saham apa saja yang diborong asing di kala IHSG melesat 1,33%? Mengutip RTI Business, berikut net foreign buy sepanjang perdagangan Senin!

1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp171,1 miliar

2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp130,7 miliar

3. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) - Rp81,7 miliar

4. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp65,3 miliar

5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp49,6 miliar

6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp47,4 miliar

7. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp24,7 miliar

8. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) - Rp24,5 miliar

9. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp14,9 miliar

10. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) - Rp13,6 miliar - PT Kontakperkasa

Sumber : cnbcindonesia.com

Jumat, 03 November 2023

IHSG Bisa Tembus Rp7.700 Tahun Depan, Cek Saham Ini

 


PT KP Press - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan volatil pada 2024. Kendati demikian IHSG diperkirakan bisa menyentuh Rp7.700 di tengah kondisi politik dan ekonomi global yang masih belum stabil.
Chief Investment Officer Sinar Mas Asset Management Genta Wira Anjalu mengatakan, transisi politik dan konflik geopolitik adalah kontributor utama yang membuat bursa Indonesia bergerak volatil.

"Untuk 2024 kita menargetkan di 7.700. Apakah akan ada window dressing? ini sulit diprediksi," ujar Genta dalam acara Sinarmas Sekuritas 2024 Market Outlook, pada Kamis, (2/11/2023).

Target IHSG tersebut mempertimbangkan rasio PE forward 13,1x dengan tingkat pertumbuhan laba sebesar 10%. Target tersebut cukup konservatif karena merefleksikan level rasio PE pada standar deviasi -1.

Genta melihat, situasi pasar saham masih terpengaruh negatif atas kondisi global. Konflik perang Rusia-Ukraina, Israel-Hamas, dan kondisi geopolitik lain yang memanas dianggap bisa berdampak secara tidak langsung kepada pelemahan IHSG.

Pasalnya bila perang meletus, harga minyak naik dan batu bara mengalami stagnansi. Dengan demikian pemerintah Indonesia akan mengeluarkan beberapa instrumen penyeleamatan untuk menekan dampak ekonomi ke Indonesia, seperti penerbitan obligasi.

Kondisi seperti itu akan membuat rupiah melemah, inflasi naik, dan membuat IHSG mengalami koreksi.

Selain itu, pelemahan ekonomi China dianggap akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dibandingkan dengan perekonomian AS dan Uni Eropa.

Menurut prediksi, jika pertumbuhan China turun 0,9% dan AS turun 0,96%, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun 0,09%. Di skenario yang lebih pesimis, analis bahakn memrediksi ekonomi Indonesia akan terkoreksi hingga 0,2% di tahun depan.

Meski demikian, investor masih dapat memanfaatkan semarak tahun politik untuk memilih beberapa saham pilihan di tahun depan. Sektor konsumsi dan telekomunikasi adalah dua diantaranya.

"Oleh karena itu, kami meyakini bahwa saham pilihan pada sektor konsumsi dan telekomunikasi mash dapat membukukan performa yang baik pada tahun 2024, didorong katalis pemilu dan konsumsi yang membaik," ujarnya. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 01 November 2023

IHSG Ambles 1,25%, 6 Saham Big Cap Ini Jadi Penyebabnya

 


PT Kontakperkasa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambles pada perdagangan sesi I Rabu (1/11/2023), di tengah cerahnya bursa saham global pada hari ini.
Per pukul 09:48 WIB, IHSG ambles 1,25% ke posisi 6.671,231. IHSG kembali terkoreksi ke level psikologis 6.600 pada sesi I hari ini.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini mencapai sekitaran Rp 3 triliun dengan melibatkan 9 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 471.295 kali. Sebanyak 157 saham menguat, 351 saham melemah dan 173 saham stagnan.

Beberapa sektor menjadi pemberat IHSG pada hari ini, seperti sektor kesehatan yang mencapai 3,78%, kemudian sektor konsumer non-primer sebesar 2,68%, sektor sektor energi sebesar 2,42%, dan sektor bahan baku sebesar 2,39%.

Selain itu, beberapa saham juga memperberat IHSG pada sesi I hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi laggard IHSG pada sesi I hari ini.

Emiten    Kode Saham    Indeks Poin    Harga Terakhir    Perubahan Harga
Bank Rakyat Indonesia (Persero)    BBRI    -10,50    4.870    -2,22%
Bank Central Asia    BBCA    -8,61    8.625    -1,43%
Amman Mineral Internasional    AMMN    -6,72    6.300    -3,08%
Charoen Pokphand Indonesia    CPIN    -6,48    5.400    -7,33%
Kalbe Farma    KLBF    -5,21    1.580    -6,80%
Adaro Energy Indonesia    ADRO    -4,76    2.430    -5,47%
Sumber: Refinitiv & RTI

Dua saham raksasa perbankan menjadi pemberat terbesar IHSG pada sesi I hari ini yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 10,5 indeks poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 8,6 indeks poin.

IHSG ambles meski bursa saham global cenderung menguat pada hari ini. Di Asia-Pasifik sendiri, sebagian besar terpantau menguat dengan indeks Nikkei 225 Jepang memimpin yakni melejit 2%.

IHSG yang ambles sepertinya karena investor cenderung wait and see menanti rilis data inflasi Indonesia dan keputusan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Oktober 2023 pada hari ini Rabu (1/11/2023) pukul 11:00 WIB.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, dari 11 institusi memperkirakan inflasi Oktober 2023 akan mencapai 0,26% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Hasil polling juga memperkirakan inflasi (year-on-year/yoy) akan berada di angka 2,65% pada bulan ini. Inflasi inti (yoy) diperkirakan mencapai 2,00%.

Sebagai catatan, inflasi pada September 2023 tercatat 2,28% (yoy) dan 0,19% (mtm) sementara inflasi inti mencapai 2,00% (yoy).

Dalam catatan BPS, inflasi secara bulanan memang biasanya meningkat mulai Oktober setelah melandai di September. Sepanjang periode 2018-2022 atau lima tahun terakhir, inflasi (mtm) Oktober mencapai 0,08%.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan September yang lebih banyak mencatat deflasi. Inflasi Oktober tahun ini juga diprediksi akan kencang karena melonjaknya sejumlah harga bahan pangan serta BBM non-subsidi.

Sementara itu dari AS, The Fed akan mengumumkan hasil pertemuan dua harinya pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Pengumuman The Fed sangat ditunggu dunia karena besarnya pengaruh kebijakan tersebut kepada pergerakan pasar saham, obligasi, dan mata uang dunia.

Pada pertemuan September lalu, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga di level 5,25-5,50%. Namun, bank sentral AS tetap memberi sinyal adanya kenaikan sekali lagi pada tahun ini.

Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau FOMC Minutes September juga menunjukkan sebagian pejabat The Fed masih melihat perlunya kenaikan suku bunga terbatas karena inflasi belum ada di kisaran target mereka yakni 2%.

Risalah menunjukkan adanya perbedaan yang cukup tajam antara pejabat The Fed mengenai tambahan kenaikan suku bunga.

Namun, pasar memprediksi The Fed akan kembali menahan suku bunga acuannya pada Kamis dini hari besok.

Hal ini sesuai dengan perangkat FedWatch Tool yang menunjukkan 97,1% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuan. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 98,4%. - PT Kontakperkasa

Sumber : cnbcindonesia.com

Kamis, 26 Oktober 2023

10 Saham Ini Diborong Asing Kala IHSG Menguat

 


PT Kontakperkasa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di zona hijau. Indeks ditutup terapresiasi 0,41% di 6.834,38 pada perdagangan Rabu (25/10/2023).
Adapun nilai transaksi selama perdagangan kemarin sebesar Rp9,71 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 18,68 miliar saham. Tercatat sebanyak 290 saham hijau, 260 merah, sedangkan 207 kuning atau jalan di tempat.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp243,95 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp168,21 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp75,74 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Maka, saham-saham apa yang kompak diborong hingga IHSG kembali menguat kemarin? Mengutip RTI Business, berikut net foreign buy sepanjang perdagangan hari Rabu.

1. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp114,4 miliar

2. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp103,4 miliar

3. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp57,4 miliar

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp50,2 miliar

5. PT MD Pictures Tbk. (FILM) - Rp44,5 miliar

6. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) - Rp19,4 miliar

7. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp17,5 miliar

8. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp13,4 miliar

9. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) - Rp13,2 miliar

10. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp10,2 miliar - PT Kontakperkasa

Sumber : cnbcindonesia.com

Selasa, 24 Oktober 2023

Harga Emas Tinggi, Nasabah Tabungan Emas Pegadaian Ikut Bertambah

 


PT KP Press - Harga PT Aneka Tambang Tbk mengalami peningkatan sepanjang pekan kemarin. Bahkan, harga emas sempat meningkat tajam per satu gram emas sebesar Rp 1,1 juta.

Melonjaknya harga emas, cukup mendorong bisnis emas beberapa perseroan, salah satunya PT Pegadaian. Perusahaan mengatakan adanya lonjakan harga emas mendorong nasabah untuk menambah portofolio investasi tabungan emas yang dimilikinya.

Sekretaris Perusahaan Pegadaian Yudi Sadono mengatakan, per Oktober 2023, produk Tabungan Emas Pegadaian sebesar Rp 148 miliar atau naik 32 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 112 miliar. "Kami melihat kenaikkan harga emas saat ini level Rp 1,1 juta per gramnya justru membuat nasabah Pegadaian terpacu untuk menambah portofolio investasi Tabungan Emas," ujar Yudi ketika dihubungi Republika, Senin (23/10/2023).

Dilansir dari laman resmi Pegadaian, Tabungan Emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas guna memudahkan masyarakat berinvestasi emas. Produk Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan terpercaya.


Adapun keunggulan dari Tabungan Emas antara lain tersedia seluruh gerai Pegadaian dan melalui Pegadaian Digital Service, Agen Pegadaian dan Marketplace, biaya administrasi dan pengelolaan ringan, nasabah dapat melakukan transfer ke rekening Tabungan Emas mulai dari 0,1 gram, permintaan cetak emas dapat dilakukan mulai dari kepingan satu gram, dijamin karatase 24 karat, dikelola secara profesional dan transparan, harga jual dan buyback yang kompetitif, nasabah dapat melakukan buyback mulai dari satu gram, nasabah dapat melakukan pembelian Tabungan Emas (Top Up) mulai dari 0,01 gram. - PT KP Press

Sumber : republika.co.id

Jumat, 20 Oktober 2023

ANALIS MARKET (20/10/2023) : IHSG Berpotensi Bergerak Bearish

 



PT Kontakperkasa - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Bursa saham utama AS ditutup memerah berjamaah rata-rata 1 persen seiring para investor mencerna naiknya yield US Treasury 10 tahun, laporan keuangan perusahaan, dan statement dari Federal Reserve Chairman Jerome Powell.

CBOE Volatility Index lompat ke titik tertinggi sejak Maret lalu. Powell mengatakan bahwa bank sentral AS akan melanjutkan kebijakan moneter mereka dengan hati-hati menyusul lonjakan imbal hasil obligasi negara yang ikut andil memperketat kondisi keuangan secara signifikan, namun beliau juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat memaksa The Fed untuk lebih memperketat kebijakannya.

Pernyataan ini muncul tepat setelah data Initial Jobless Claims menunjukkan pasar tenaga kerja masih tetap kuat: klaim pengangguran mingguan ini terakhir keluar di angka 198 ribu, lebih rendah dari prediksi 212 ribu & minggu sebelumnya 211 ribu serta merupakan titik terendah dalam 9 bulan; dengan demikian menegaskan ekonomi AS yang kuat & resilient, mendorong imbal hasil Treasury 10-tahun mendekati 5% untuk pertama kalinya sejak tahun 2007.

Data Existing Home Sales (Sept.) juga menunjukkan perumahan rumah baru di bulan September meningkat 3.96 juta unit, pun lebih tinggi dari estimasi 3.89 juta; walau secara bulanan angka ini turun -2.0% mom.

Di sisi lain, Philadelphia Fed Manufacturing Index menyatakan outlook kondisi usaha masih relatif lemah untuk bulan Oktober di wilayah Philadelphia.
MARKET ASIA: Jepang melaporkan Trade Balance di bulan September berhasil surplus JPY62.4 miliar, merupakan surplus kedua kalinya dalam kurun waktu sejak September 2021 dan dalam 4 bulan terakhir; disebabkan posisi Ekspor mereka yang meningkat signifikan 4.3% yoy dari bulan sebelumnya -0.8%, namun Impor masih melambat pada -16.3% yoy. Adapun hari ini Jepang telah merilis National CPI di angka 3.0% yoy (melandai dari bulan sebelumnya 3.2%), demikian pula National Core CPI berhasil diturunkan dari 3.1% bulan Agustus menjadi 2.8% yoy di bulan September ini. Korea Selatan kembali menahan suku bunga acuan mereka di level 3.5%. Sedangkan Indonesia secara tak terduga menaikkan BI7DRR 25 bps ke level 6.0% dalam usaha Bank Indonesia menstabilkan Rupiah. Hari ini giliran China yang akan umumkan keputusan suku bunga mereka yang sedianya masih ditahan tetap di level 3.45%. Berita domestik yang kita tunggu hari ini adalah pertumbuhan Foreign Direct Investment di kuartal 3, berbanding posisi 14.2% yang telah terjadi di kuartal 2.

MARKET EROPA: tidak banyak rilis data ekonomi yang ditunggu para pelaku di penghujung minggu ini, yang penting diantaranya adalah: Retail Sales Inggris (Sept.), German PPI (Sept.).

KOMODITAS: Harga Minyak mentah dunia naik 3 hari berturut-turut dipicu oleh komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang agak mengambang dan tidak memberi kepastian akan adanya kenaikan suku bunga pada FOMC Meeting 2 November mendatang. Sentimen pendukung lainnya disumbangkan oleh memburuknya perang Israel-Hamas, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan produksi minyak mentah atau transportasi keluar dari Timur Tengah, meskipun belum ada tanda-tanda akan terjadinya hal tersebut. Di awal sesi, harga minyak mentah sempat turun lebih dari 1% karena Amerika Serikat memberikan keringanan enam bulan terhadap sanksi ekonomi yang dikenakan atas Venezuela, sebagai imbalan atas janji negara Amerika Selatan tersebut untuk menyelenggarakan Pemilu yang bebas dan adil. Minyak mentah WTI untuk kontrak November ditutup naik 1,5%, pada USD89,37 per barel. Seminggu ini, patokan minyak mentah berbasis New York tersebut membukukan kenaikan 0,6%. Sedangkan minyak mentah Brent untuk kontrak yang paling aktif di bulan Desember mengakhiri sesi Rabu pada USD92,38/barel, atau menguat hampir 1%. Untuk minggu ini, patokan minyak mentah global berbasis London tersebut telah melonjak 2,3%. US Dollar yang melemah juga membuat komoditas dalam mata uang AS lebih terjangkau bagi pembeli internasional non-AS. Sementara itu, Emas pun turut mempertahankan kenaikannya untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Kamis (19/10/23) karena anjloknya USD plus adanya risiko eskalasi konflik Timur Tengah. Kontrak Emas berjangka paling aktif di Comex New York, untuk bulan Desember ditutup naik atau 0,6% pada USD 1,980.50 per ounce. Dengan reli selama tiga hari, Emas telah naik lebih dari 2% pada minggu ini, menambah lonjakan pada minggu sebelumnya yang sebesar lebih dari 5%.

INDONESIA: Setelah pengumuman kejutan naiknya suku bunga BI7DRR dari Bank Indonesia ke level 6%, maka terjawab sudah kenapa IHSG terlihat ragu-ragu untuk menyebrang level Resistance krusial 6950. Para investor mempersiapkan kemungkinan terburuk keputusan BI rate di luar harapan pasar, di tengah posisi nilai tukar Rupiah yang makin tak berdaya pada IDR 15,863/USD.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas memperkirakan konsolidasi ini masih akan berlangsung setidaknya untuk menguji Support dari level previous Low sekitar 6840-6825, atau memang harus menggenapi target pattern di kisaran 6780.

Oleh karena itu, sikap Hold / Wait & See adalah yang paling tepat diterapkan di penghujung pekan ini.

“IHSG berpotensi bergerak Bearish,” sebut analsi NH Korindo Sekuritas dalam riset Jumat (20/10). - PT Kontakperkasa

Sumber : investing.com

Kamis, 12 Oktober 2023

Perang Israel vs Hamas: Warga Dunia Bisa Ikut Boncos

 


PT KP Press - Konflik antara Israel dan Palestina kembali pecah setelah terjadi serangan dari kelompok Hamas wilayah Israel pada Sabtu (7/10/2023). Alhasil deklarasi perang oleh Israel pada tanggal 8 Oktober pun disuarakan dan akhirnya mengguncang pasar global.
Sebagai informasi, Israel melanjutkan serangan udaranya di seluruh wilayah Gaza dan hingga kini jumlah korban tewas akibat kekerasan yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas telah melampaui 1.500 orang.

Menurut layanan kesehatan Palestina dan Israel, lebih dari 900 orang tewas dan 2.600 orang terluka di Israel dan setidaknya 687 orang tewas dan 3.700 orang terluka di Gaza.

Sementara, kata para pejabat Israel pada Senin, sekitar 150 sandera Israel masih disandera oleh Hamas di Gaza. Amerika dan negara-negara lain sedang berupaya untuk menentukan berapa banyak warga negara asing yang disandera.

Peristiwa tersebut memberikan dampak pada pasar global yang dicerminkan oleh harga minyak dan emas yang lebih tinggi, penguatan dolar Amerika Serikat (AS), dan penurunan saham maskapai penerbangan merupakan beberapa dampak finansial langsung dari konflik ini, yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Ketika pasar Amerika Serikat (AS) dibuka pada Senin (9/10/2023), investor bereaksi penuh semangat terhadap peristiwa bencana di Israel. Harga minyak mentah dan emas melonjak, sementara dolar AS relatif stagnan. Sejak saat itu, mereka mulai stabil.


Dilansir dari Refinitiv, pada Senin (9/10/2023), harga minyak Brent naik 4,22% dan diikuti dengan WTI yang menguat 4,33%. Sedangkan harga emas dunia terapresiasi 1,56%. Sementara dolar AS menguat tipis 0,03%.

Merujuk pada Forbes.com, banyak saham maskapai penerbangan merosot pada hari Senin, termasuk Delta, United dan American Airlines serta maskapai penerbangan Eropa seperti International Airlines Group (pemilik British Airways) dan Lufthansa. Dalam sebagian besar kasus, harga pulih pada hari berikutnya, meskipun situasi perjalanan masih fluktuatif.

Dampak Perang Timur Tengah

Perang Israel-Hamas tidak hanya akan berdampak kepada kawasan Timur tengah tetapi juga warga dunia. Terlebih, kawasan tersebut sangat strategis dalam pasar komoditas energi.

Pertama, harga bensin bisa meningkat. Kenaikan harga minyak mungkin akan menyebabkan kenaikan harga, serupa dengan apa yang terjadi setelah Rusia menyerang Ukraina. Pada tahun 1973, selama perang Arab-Israel, pemasok minyak dari Timur Tengah memutus hubungan dengan AS karena dukungannya terhadap Israel, sehingga membuat harga gas AS melonjak tinggi. Oleh karena itu, akan bijaksana jika kita berhemat bahan bakar minyak (BBM) agar mengurangi pengeluaran konsumsi BBM di tengah harga minyak yang tinggi.

Kedua, penerbangan internasional telah dibatalkan, dan gangguan jadwal mungkin terus berlanjut
Pembatalan dan penundaan penerbangan mulai terjadi di Israel dan negara sekitarnya pada akhir pekan lalu. Mungkin ada dampak tambahan bagi sebagian wisatawan, karena maskapai penerbangan membatalkan atau mengubah rute penerbangan ke wilayah yang terkena dampak.
Jika Anda memiliki rencana untuk bepergian ke Eropa dalam waktu dekat, perhatikan baik-baik penerbangan Anda. Periksa juga cakupan asuransi perjalanan Anda karena sebagian besar polis tidak akan membayar gangguan yang berkaitan dengan perang.

Ketiga, peralihan investor ke aset-aset yang lebih aman dapat memperkuat dolar AS dan emas.

Perburuan pada Senin pagi (9/10/2023) terhadap komoditas safe-haven lama seperti emas dan dolar AS telah stabil. Sebagian besar investor tampaknya berada dalam pola bertahan setelah pasar awalnya bereaksi terhadap berita Israel, yang mengindikasikan bahwa tidak perlu terburu-buru. Namun, jika pergerakan serupa terus terjadi di masa depan, ada kemungkinan dolar akan menjadi terlalu kuat, sehingga membuat biaya ekspor Amerika menjadi terlalu mahal bagi pembeli asing. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com

Selasa, 10 Oktober 2023

Wall Street Merana Akibat Perang Israel-Hamas!

 


PT Kontakperkasa -  Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka kompak di zona merah pada perdagangan Senin (9/10/2023) akibat tekanan dari konflik mematikan Israel-Hamas, diperparah inflasi dan tingginya suku bunga.
Dow Jones dibuka terkoreksi 0,17% di posisi 33.350,06, sementara S&P 500 melemah 0,47% di posisi 4.288,22, begitu juga dengan Nasdaq turun 0,98% diposisi 13.229,46.

Konflik Israel-Palestina memanas pada hari Sabtu setelah kelompok militan Hamas melancarkan invasi, yang tampaknya mengejutkan Israel. Lebih dari 700 warga Israel tewas dalam apa yang disebut Hamas sebagai Operasi Banjir Al Aqsa, dan setidaknya 490 warga Palestina tewas dalam serangan balasan Israel di Jalur Gaza. Sebagai informasi, Hamas adalah kelompok perlawanan Israel yang didukung oleh Iran dan telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007.

Meningkatnya ketegangan geopolitik yang disebabkan oleh konflik tersebut dapat berdampak pada pasar energi, dan beberapa ahli memperkirakan akan terjadi "lonjakan mendadak" pada harga minyak. Meningkatnya ketegangan juga dapat memicu volatilitas lebih lanjut di pasar yang membuat pelaku pasar khawatir akan inflasi yang terus berlanjut dan suku bunga yang lebih tinggi.

Melansir CNBC International, Minyak mentah berjangka WTI naik 3,8% pada Senin, diperdagangkan di atas US$ 85 per barel. Meski pasar secara keseluruhan terkoreksi, Perusahaan pertahanan dan minyak besar melonjak di tengah serangan itu. Saham Lockheed Martin dan Northrop Grumman Corp melesat masing-masing 4,9% dan 3,6%, dalam perdagangan pra-pasar.

Harga minyak mengalami rebound, pasca kejatuhan yang terjadi pekan lalu. Minyak mentah Brent tergelincir sekitar 11% dan West Texas Intermediate (WTI) AS mencatat penurunan sebesar 8%.

Meskipun Israel dan Palestina bukanlah pemain utama dalam sektor energi global, kedua negara tersebut berlokasi di kawasan penting untuk produksi minyak yang dapat mempunyai implikasi lebih luas.

OPEC+, kartel minyak yang mencakup Rusia yang bukan anggota OPEC, akan tetap berhati-hati dalam setiap langkah untuk memperluas produksi minyak lebih lanjut dan mengubah rencana pengurangan, kata Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman kepada CNBC pada hari Minggu.

Di sisi lain, tekanan bursa saham terjadi seiring dengan imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi dalam 16 tahun pada awal minggu ini. - PT Kontakperkasa

Sumber : cnbcindonesia.com

Jumat, 06 Oktober 2023

Ramalan Orang Ini Benar, AS Kini Bikin Dunia Kacau Balau

 


PT KP Press - Pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia kacau balau dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tidak terlepas dari situasi Amerika Serikat (AS) dan kebijakan Bank Sentral Federal Reserve (Fed) yang terus menaikkan suku bunga acuan.
"Tiba-tiba dua hari yang lalu salah satu board membernya menyampaikan ini inflasi masih tinggi di atas, kita melihat nampaknya The Fed harus pertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lama," kata Destry di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (4/10/2023).

Penyebab berubahnya arah kebijakan The Fed ini menurut Destry karena adanya indikasi inflasi masih akan terus tinggi disebabkan harga minyak yang terus meninggi hingga tawaran upah yang juga tinggi, khususnya di sektor jasa yang tengah berkembang di negara itu karena terbatasnya tenaga kerja di sektor itu.

Akibatnya, pelaku pasar masih banyak yang memperkirakan akan ada kelanjutan kenaikan Fed Fund Rate ke depan. Bagi Indonesia, sentimen ini menurut Destry makin buruk lantaran jika The Fed merealisasikan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate pada November 2023 sebesar 25 basis poin.

"Gara-gara itu semuanya heboh, panik, akibatnya DXY, dolar index naik 107, lebih parahnya lagi bond yieldnya US Treasury 10 tahun naik ke 4,7%, itu the highest ever since 2007. Apa yang terjadi? Market kita ikut bergerak, sehingga bond yield kita ikut naik, rupiah kita mulai tertekan," tegas Destry.

Indeks dolar AS (DXY) pun turut merespon dengan mengalami penguatan belakangan ini yang berujung tertekannya mata uang Garuda. Indeks dolar AS (DXY) pada Jumat (6/10/2023) pukul 08.55 WIB, berada di posisi 106,41 atau naik 0,08% jika dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (5/10/2023) yang berada di posisi 106,33.

Sebagai catatan, perangkat CME FedWatch menunjukkan 20,4% pelaku pasar meyakini terjadinya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Federal Open Market Committee (FOMC) November mendatang. Sementara 33% pelaku pasar meyakini kenaikan tersebut terjadi di bulan Desember 2023.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun terbang ke level tertingginya dalam 16 tahun terakhir. Imbal hasil US Treasury 10 tahun (US10YT=RR) naik 6,9 basis poin (bps) menjadi 4,8% pada Selasa (3/10/2023). Level tersebut adalah yang tertinggi sejak awal Agustus 2007 atau tepat sebelum krisis keuangan global.

Christopher Andre Benas Head of Research BCA Sekuritas dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, menyatakan hal ini yang menjadi penyebab nilai tukar rupiah melemah. Padahal fundamental perekonomian sangat baik.

"Fundamental sih level segini gak menggambarkan fundamental, karena ekonomi Indonesia sangat baik, trade balance, CAD (current account deficit) masih oke. Jadi sebenarnya menurut saya Indonesia masih sangat baik," ungkapnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Ralph Birger Portiray Head of Treasury & Financial Institution Bank Mega. Dia menambahkan hampir seluruh mata uang dunia bertekuk lutut terhadap dolar AS. Bahkan dilihat dari pergerakan awal tahun, level rupiah sekarang masih cukup wajar.

"Walaupun rupiah ada depresiasi cukup signifikan, tetapi depreasiasi itu masih dalam tahap yang wajar, karena performance rupiah masih dalam range yang diperkirakan. Rp15.600/US$ bukan sesuatu yang aneh," terang Ralph.

Ramalan Joseph Stiglitz
Ekonom Amerika Serikat peraih penghargaan nobel di bidang ekonomi Joseph Stiglitz mengungkapkan bank sentral Amerika Serikat, yaitu The Federal Reserve (The Fed) salah mendiagnosa penyebab kenaikan inflasi di negaranya.

Kesalahan diagnosa terhadap inflasi itu membuat The Fed terus menaikkan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) secara cepat dan bertengger di level yang tinggi untuk jangka waktu panjang. Tujuannya untuk meredam permintaan agregat.

"Menaikkannya terlalu cepat, dan terlalu jauh, menunjukkan kesalahan diagnosa. Mereka meyakini bahwa inflasi ini hasil dari agregat demand yang kuat," ujar Stiglitz dalam program Money Talks CNBC Indonesia.

Ketimbang disebabkan permintaan agregat yang kuat, Stiglitz menganggap, inflasi yang tinggi di Amerika Serikat cenderung disebabkan masalah pasokan (supply side). Sebab, pasokan barang dan jasa memang tengah terganggu di duni akibat masa Pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia.

Ia mencontohkan, sejak pandemi dan akibat perang Ukraina-Rusia, dunia tengah menghadapi kurangnya pasokan chip untuk kendaraan, akibatnya harga kendaraan tinggi beberapa waktu lalu. Namun, di beberapa negara cara meredamnya bukan menaikkan suku bunga acuannya. "Harga mobil jadi teratasi. Harga minyak turun dari US$120 menjadi US$80. Dan dan tentu saja harga-harga yang tinggi itu ada harganya yang diterjemahkan ke dalam inflasi inti, tapi sistemnya stabil," ucap Stiglitz.

Oleh sebab itu, ia menekankan, cara mengendalikan inflasi yang disebabkan pasokannya yang terganggu tidak bisa memanfaatkan metode kenaikan suku bunga acuan yang hanya mematikan ekonomi karena mengurangi permintaan, karena pasokannya yang bermasalah. "Tidak ada alasan untuk mematikan perekonomian. Itu tidak akan sepadan dengan keuntungannya. Kita sebenarnya bisa menaikkan upah pekerja tanpa menyebabkan inflasi yang besar," tuturnya.

Ia pun mengaku sangat menentang pernyataan The Fed yang masih ingin menaikkan angka pengangguran hanya demi meredam angka inflasi di negara itu. Menurutnya, itu hanya akan merugikan AS dan negara-negara lain dan The Fed tidak bisa terus menerus hanya menggunakan kebijakan suku bunga untuk meredam inflasi. "Saya sangat kritis terhadap pernyataan The Fed yang ingin meningkatkan angka pengangguran. Tentu saja, hal ini selalu mempunyai dampak global di luar AS," tegas Stiglitz.

Aksi Fed membuat pasar keuangan dunia bergejolak. Mata uang berjatuhan dan mengakibatkan banyak negara kesulitan untuk mendapatkan utang dengan harga yang terjangkau. Bagi negara yang tidak kuat, maka harus siap menerima krisis keuangan. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 04 Oktober 2023

Ditopang Cadangan Tembaga dan Emas, Kinerja Bisnis AMMN Masih Akan Terus Tumbuh

 


PT Kontakperkasa - Meski dihadang dua faktor eskternal yaitu curah hujan yang tinggi dan tertundanya pemberian izin ekspor, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berhasil bukukan laba bersih US$ 118,8 juta atau sekitar Rp 1,83 triliun pada semester pertama 2023.

Analis dan Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memandang kinerja AMMN masih tangguh di semester pertama 2023, meski mengalami penurunan. Dia menyebut, penurunan itu karena ada beberapa faktor. Faktor pembatasan ekspor konsentrat, faktor perlambatan ekonomi global, faktor cuaca (hujan), dan kekhawatiran adanya resesi global.

"Jadi itu memengaruhi kinerja ekspor dari AMMN itu sendiri yang tergambar di semester I-2023," jelas dia ditulis Rabu (4/10/2023).

Dia meyakini, penurunan kinerja AMMN ini hanya bersifat sementara. Buktinya saja, kinerja kuartal II di negara-negara seperti Amerika, Serikat, Jepang, Tiongkok, dan India mulai menunjukkan kinerja atau tren yang progresif.


"Dengan melihat kinerja ekonomi dari negara-negara di atas, maka permintaan mineral diproyeksikan akan semakin baik. Nantinya akan berpengaruh pada emiten yang ada di Indonesia, seperti AMMN yang memproduksi tembaga dan emas," tegas dia.

Apalagi paparan kinerja perusahaan yang menargetkan pertumbuhan produksi tembaga dan emas sepanjang 2023, serta kekuatan fundamental perusahaan, maka bisa mendorong kinerja keuangan AMMN hingga semester II-2023.

"Jadi masih on the track, prospek kinerja akan terbilang positif dari segi kuartal ke kuartal, bukan hanya year-on-year saja yang positif. Jika kinerja diproyeksikan masih positif, maka akan memberikan pengaruh baik ke kinerja saham AMMN. Itu menurut saya," tutur Nafan.

Untuk prospek jangka panjang, AMMN terlihat menjanjikan dengan proyek ekspansinya memperluas fasilitas pengolahan dan pembangkit listrik, serta pembangunan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia yang ditargetkan rampung secara mekanis di bulan Mei 2024.

Alexander Ramlie, Direktur Utama AMMN dalam siaran persnya mengatakan, selama hampir tujuh bulan dari Oktober 2022 hingga April 2023, lokasi tambang perusahaan mengalami curah hujan yang tinggi, hampir dua kali lipat rata-rata tahunan historis, sehingga menyebabkan tertundanya penambangan bijih segar dari Fase 7. Hal ini membuat operasional AMMN dialihkan ke proses pengupasan batuan penutup Fase 8, guna mempercepat akses menuju bijih segar Fase 8 dari jadwal yang direncanakan.

Tak hanya itu, AMMAN juga tidak bisa melakukan penjualan konsentrat karena tertundanya pemberian izin ekspor mulai tanggal 1 April hingga 24 Juli 2023. Meski demikian, persediaan konsentrat selama empat bulan tersebut berhasil dijual dalam waktu enam minggu saja sejak mendapat izin ekspor pada Juli 2023 yang lalu.

Perusahaan menargetkan produksi tembaga 337 juta pon naik 23%, dibanding target sebelum IPO, sementara untuk produksi emas ditargetkan mencapai 529 kilo ons lebih tinggi 42% dibanding target sebelum IPO.

Dalam paparannya, manajemen perusahaan juga menyampaikan kondisi resource (sumber daya tambang) dan reserves (cadangan) dimana selama 23 tahun beroperasi tambang Batu Hijau telah berhasil menghasilkan 9.358 juta pon tembaga dan 9,5 juta ons emas.

Namun, reserves (cadangan) Batu Hijau yang tersisa masih sangat besar yaitu 6.609 juta pon tembaga atau setara 71% dari tembaga yang telah dihasilkan di masa lalu.

"Batu Hijau masih memiliki begitu banyak potensi dari cadangannya, belum lagi sumber dayanya. Di samping kami juga melanjutkan eksplorasi di proyek Elang, yang studi kelayakannya akan selesai pada tahun 2024," ungkap Alexander. - PT Kontakperkasa


Sumber : suara.com

Senin, 02 Oktober 2023

Maaf! Bikin Ngopi Gak Tenang, Harga CPO Terkoreksi 1%


 


 

PT KP Press - Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau terkoreksi di sesi awal perdagangan Senin (2/10/2023) mematahkan penguatan pada perdagangan pekan lalu.
Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan turun 1,01% di posisi MYR 3.729 per ton pada pukul 10:00 WIB. Dengan demikian, harga CPO saat ini ada di level 3.700 didukung penguatan pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (29/9/2023) harga CPO ditutup turun 0,11% ke posisi MYR 3.767 per ton. Dengan dalam sepanjang pekan lalu harga CPO berakhir menguat 2,34% mematahkan perlemahan tiga pekan beruntun sejak perdagangan September lalu. Sementara secara bulanan harganya masih jatuh 6,06%, dan terkoreksi tajam mencapai 9,75% secara tahunan.

Terkoreksinya harga CPO terjadi di tengah tutupnya bursa komoditas Dalilan hingga 6 Oktober mendatang untuk Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,04%. Harusnya mampu mendorong harga naik.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait saat mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Selain itu, kenaikan ekspor Indonesia dan Malaysia seharusnya menjadi sentimen positif bagi harga CPO. Namun pagi ini, nyatanya harganya tak mampu merangkak naik.


Produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia, mengekspor 3,52 juta metrik ton minyak pada bulan Juli, termasuk produk olahan, naik 21,8% dibandingkan tahun lalu.

Indonesia juga menetapkan harga referensi minyak sawit mentah sebesar US$ 827,37 per metrik ton untuk periode 1-15 Oktober, naik dari US$ 798,83 per ton pada periode 15 hari sebelumnya.

India kemungkinan akan memulai tahun pemasaran 2023/24 dengan rekor persediaan minyak nabati yang akan mengurangi impor pada musim baru.

Harga minyak sawit mentah pada tahun 2024 kemungkinan akan naik rata-rata setidaknya 11% dibandingkan tahun ini karena pola cuaca El Nino diperkirakan akan mengurangi produksi di negara produsen utama di Indonesia.

Menurut Refinitiv Commodities Research, cuaca hangat dan kering akan terjadi di wilayah perkebunan kelapa sawit Indonesia dan Malaysia, sehingga tidak menguntungkan produktivitas kelapa sawit.

Namun, produksi minyak sawit Malaysia kemungkinan akan meningkat tahun depan karena banyaknya tenaga kerja dan matangnya perkebunan untuk dipanen guna mengimbangi dampak El Nino.

Surveyor kargo Intertek Testing Services mengatakan ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk 1-25 September naik 17,5% dibandingkan periode yang sama di bulan Agustus. Sementara, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mengatakan ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk 1-25 September naik 15,2% selama 1-25 Agustus. - PT KP Press

Sumber : cnbcindonesia.com