Kamis, 06 Mei 2021

Nah Lho! Facebook Blokir Iklan Signal di Instagram

 


PT Kontak Perkasa - Facebook memblokir iklan yang hendak dipasang Signal di Instagram. Iklan tersebut menunjukkan bagaimana Facebook dan Instagram mengumpulkan data pengguna untuk menargetkan iklan yang spesifik.
Dalam sebuah postingan blog, Signal mengatakan perusahaan seperti Facebook mengumpulkan banyak data pengguna untuk bisa menjual slot iklan kepada pengiklan, dan mereka ingin menunjukkan bagaimana cara kerja teknologi ini.

Jadi mereka mencoba membeli iklan 'multi-variant targeted' di Instagram untuk menunjukkan bagaimana data pribadi pengguna yang dikumpulkan Facebook bisa mempengaruhi iklan yang kalian lihat di platform-nya.

Cara kerja iklan Signal yang diblokir Facebook sebenarnya cukup sederhana. Instagram dan Facebook memiliki platform iklan yang sama, jadi data yang dikumpulkan saat pengguna membuka feed Instagram atau Facebook bisa digunakan untuk menargetkan iklan di salah satu platform itu.

Data yang dikumpulkan mulai dari informasi dasar seperti usia dan tempat tinggal pengguna. Tapi ada juga data yang lebih spesifik, misalnya apakah pengguna sedang mencari rumah baru atau memiliki hobi yoga.

Signal memanfaatkan data yang rinci ini untuk membuat iklan yang menargetkan pengguna dengan sangat spesifik. Misalnya jika iklan itu ditargetkan untuk penggemar K-pop, maka akan ada tulisan itu di iklannya.

"Kamu mendapatkan iklan ini karena kamu adalah instruktur pilates yang baru saja menikah dan kamu penggemar kartun. Iklan ini menggunakan lokasimu untuk melihat kamu berada di La Jolla," tulis salah satu contoh iklan yang ingin dipasang Signal, seperti dikutip dari Business Insider, Kamis (6/5/2021).

Tapi Signal tidak sempat memasang iklan-iklan tersebut. Pendiri Signal Moxie Marlinspike mengatakan Facebook merespons iklan-iklan itu dengan menutup akun iklan Signal di platform-nya.

"Signal mencoba menggunakan iklan Instagram untuk menampilkan data yang dikumpulkan Facebook tentang kalian dan menjual aksesnya. Facebook tidak menyukai ide tersebut, dan menutup akun kami sebagai gantinya," kata Marlinspike dalam cuitannya di Twitter.

Bisnis iklan Facebook mengandalkan data tracking untuk melatih algoritmanya yang memutuskan iklan apa yang ditampilkan di halaman pengguna. Bisnis ini merupakan pendapatan utama Facebook, di kuartal pertama tahun 2021 bisnis iklan berhasil mendorong pendapatan Facebook hingga USD 26,17 miliar.

Signal sendiri belakangan ini mulai dibanjiri pengguna baru setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi terbarunya yang kontroversial. Kebijakan baru ini mengizinkan WhatsApp membagikan data pengguna ke Facebook untuk tujuan marketing dan iklan.

Sebagai aplikasi messaging yang menggunakan enkripsi end-to-end, Signal menjagokan privasi dan keamanan data penggunanya. Berbeda dengan Facebook, Instagram dan WhatsApp, Signal tidak mengumpulkan banyak data penggunanya. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar