Kamis, 30 April 2020

Masih Banyak yang Nekat, Polisi Total Usir 12.156 Kendaraan yang Mau Mudik


Kontak Perkasa Futures - Masih saja ada warga membandel berniat pergi pulang kampung. Sampai hari kelima pelarangan mudik, Polri tercatat sudah memaksa 12.156 kendaraan putar balik.

Pada hari kelima saja, Selasa (28/4), tercatat ada 2.765 kendaraan berniat mudik yang berhasil diadang polisi. Termasuk kendaraan pribadi, sewa, bus, travel, sampai roda dua, total jumlahnya yang sudah diadang kini 12.156.

Angka tersebut didapat dari total lima hari operasi ketupat yang dimulai pada 24 April.

"Pada hari kelima Operasi Ketupat 2020, Korlantas Polri mencatat 2.765 dari total 12.156 kendaraan, baik kendaraan pribadi, sewa, bus, travel, atau roda dua diminta untuk putar bailk karena ditemukan indikasi akan melaksanakan mudik," terang Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, Rabu (29/4).

Jumlah 2.765 yang diminta putar balik pada Rabu (29/4) didapat dari seluruh Indonesia. Perinciannya adalah Polda Metro Jaya sebanyak 886 kendaraan, Polda Jabar 525 kendaraan, Polda Jawa Timur 773 kendaraan, Polda DIY 23 kendaraan, Polda Banten 198 kendaraan, Polda Lampung 32 kendaraan, dan Polda Jawa Tengah 328 kendaraan.

Memperhitungkan pelarangan mudik sudah efektif berlaku lima hari, angka 2.765 kendaraan yang diminta putar balik pada Rabu kemarin terbilang besar. Jika dirata-rata, maka polisi sudah mencegat 2.431 kendaraan setiap hari.

"Mari kita patuhi dan taati kebijakan larangan mudik dan terus meningkatkan disiplin untuk melaksanakan phsycal distancing demi kesehatan bersama dan cepat tertanganinya penyebaran COVID-19," lanjut Asep. - Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com

Rabu, 29 April 2020

Kompolnas Apresiasi Brigjen Erwin Tak Balik Melawan Saat Diancam ASN di Tol


PT Kontak Perkasa - Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) memuji tindakan Brigjen Erwin Chahara Rusmana yang tidak memberikan perlawanan saat mengalami kejadian tidak mengenakan di Jalan Tol Cikampek KM 29+400. Tindakan menunjukan kartu pengenal anggota polisi juga dinilai hal yang wajar dilakukan.

"Brigjen Erwin yang merasa terancam tidak melakukan perlawanan, kemudian setelah merasa aman dia melapor ke Polisi itu sudah benar. Safety First, Brigjen Erwin mengedepankan itu," kata Komisioner Kompolnas Andrea Poeloengan saat dihubungi, Selasa (28/4/2020).

Andrea menilai Erwin sudah tepat sebagai pengguna jalan mementingkan mengedepankan penyelesaian kasus tersebut secara hukum. Menurutnya pelaku bisa dikenakan pasal berlapis terkait insiden tersebut.

"Keributan di jalan seperti itu ya penyelesaiannya dengan penegakan hukum, dan kebetulan katanya pelaku menggunakan senjata tajam bisa dikenankan UU Darurat, dan pasal KUHP lainnya," ujarnya.

Dia juga menilai tindakan Erwin yang menunjukan kartu pengenal anggota kepolisian merupakan hal yang wajar. Itu wajar dilakukan untuk proteksi diri.

"Ketika 'terancam keselamatannya' kemudian dia mengungkap identitasnya wajar saja. Alamiah dan manusiawi," sebut Andrea.

Seperti diketahui kejadian tidak mengenakkan itu terjadi pada Sabtu (25/4). Saat itu mobil Brigjen Erwin melaju dari arah Jakarta ke Bekasi, lalu tiba-tiba dipepet oleh mobil Nissan Teana yang dikemudikan pelaku, BSP.

Pelaku kemudian turun dan mengeluarkan pisau. Beruntung, saat itu Erwin tidak membuka kaca. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com

Selasa, 28 April 2020

Corona Mereda, 10 Negara Ini Mulai Longgarkan Lockdown


PT Kontak Perkasa Futures - Bersamaan dengan laporan kasus Corona yang menurun, setidaknya sepuluh negara mulai longgarkan kebijakan lockdown dalam menghadapi pandemi Corona. Bahkan di antaranya ada yang sudah mencabut kebijakan lockdown dan menjalani aktivitas seperti semula.
Dari bisnis yang kembali berjalan, hingga pembukaan sekolah-sekolah yang perlahan kembali normal. Berikut daftar 10 negara yang melonggarkan lockdown.

Italia
Italia mengizinkan perusahaan dan beberapa sektor kembali beraktivitas 4 Mei mendatang. Ini adalah bagian dari pembukaan penerapan lockdown secara bertahap. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengaku persiapan akhir tengah dilakukan. Italia melakukan lockdown sejak awal Maret lalu karena pademi corona (COVID-19).

"Kami menghadapi tantangan yang sangat kompleks," ujarnya saat menguraikan kebijakan ini, Minggu (26/4/2020) waktu setempat.

Denmark
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, mempercepat keputusan untuk mencabut keputusan pembatasan di negaranya. Kebijakan ini diambil setelah jumlah kasus positif virus Corona dilaporkan semakin rendah.

Pada konferensi pers hari Selasa (14/4/2020) Mette mengatakan secara perlahan kembali membuka pembatasan. Salah satunya dengan mengizinkan anak untuk sekolah. Sedangkan tempat umum seperti gereja, bioskop, hingga pusat perbelanjaan masih tetap ditutup.

Republik Ceko
Pada 6 April lalu, pemerintah Ceko mengatakan beberapa toko akan kembali dibuka. Fasilitas olahraga luar ruangan pun telah dibuka. Nantinya pemerintah akan secara bertahap melonggarkan pembatasan dengan membuka sekolah, pasar, dealer mobil bahkan mengizinkan pernikahan meski hanya bisa dihadiri 10 orang.

Jerman
Mulai Senin (20/4/2020) pemerintah Jerman akan kembali membuka kios-kios penjualannya. Sedangkan sekolah akan mulai dibuka kembali pada 4 Mei mendatang secara bertahap. Negara ini memprioritaskan pembukaan sekolah dasar dan sekolah menengah. Meskipun begitu Jerman tetap melarang warganya untuk berkumpul di area publik dan tetap mengedepankan social distancing.

China
Pemerintah China pada 8 April lalu telah mencabut lockdown di Wuhan. Warga dapat meninggalkan rumah meskipun dengan syarat yang terdapat pada aplikasi ponsel. Dalam aplikasi tersebut warga yang mendapat QR hijau yang diperbolehkan keluar rumah.

"Dengan upaya bersama Wuhan dan bantuan medis nasional yang diberikan kepada provinsi Hubei, semua kasus COVID-19 di Wuhan diselesaikan pada 26 April," kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pada Minggu sore.

Vietnam
Vietnam merupakan salah satu negara yang telah melonggarkan kebijakan social distancing atau jaga jarak guna menekan penyebaran virus Corona COVID-19 pada pekan ini. Keputusan tersebut diambil setelah tak ada kasus baru COVID-19 selama enam hari berturut-turut dan tidak ada kasus meninggal.

Vietnam menjadi salah satu negara yang paling tanggap menghadapi COVID-19. Negara dengan penduduk sekitar 95 juta orang ini sudah mendeklarasikan perlawanan terhadap COVID-19 sejak Januari meski saat itu kasus masih terjadi di kawasan China.

Australia
Pemerintah negara bagian Australia Barat pada Minggu (26/4/2020) mengumumkan adanya kelonggaran aturan lockdown karena angka COVID-19 yang semakin turun dan tidak adanya kasus baru. Meski begitu, Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan mengatakan masyarakat harus tetap mematuhi dan menerapkan jaga jarak selama periode masa longgar yang akan di mulai pada Senin (27/4/2020).

"Kita harus ingat bahwa kita tetap berada di dalam keadaan darurat," kata McGowan, dikutip dari laman News.com.au.

"Saya sangat menganjurkan agar semua orang harus terus melakukan physical distancing sesuai aturan," lanjutnya.

Selandia Baru
Selandia Baru melonggarkan aturan lockdown yang ketat pada Senin (27/4/2020). Bisnis dan beberapa sekolah mulai kembali dibuka. Dalam laporan terakhir, pemerintah setempat hanya melaporkan adanya penambahan lima kasus. PM Jacinda Ardern mengatakan pihak berwenang akan terus menangani penularan baru.

Berdasarkan data worldometers pada Selasa (28/4/2020), tidak ada laporan penambahan kasus baru. Sementara kasus meninggal bertambah satu sehingga total menjadi 19 orang dan kasus sembuh dilaporkan sebanyak 1.180 kasus.

"Tidak ada penularan di tengah masyarakat yang meluas dan tidak terdeteksi di Selandia Baru, kita telah memenangkan pertempuran itu," kata Ardern.

Israel
Israel mulai bertahap longgarkan lockdown terhitung sejak Minggu (19/4/2020). Beberapa sektor bisnis boleh beroperasi dan pengetatan aktivitas masyarakat sedikit dikendurkan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan ini diambil pihaknya setelah angka infeksi virus Corona di sana melambat. Israel memberlakukan lockdown sejak 14 Maret 2020.

Namun beberapa wilayah di Israel masih akan diberlakukan lockdown dengan meliburkan sekolah-sekolah dan meminta masyarakat agar tidak keluar rumah.

Austria
Ribuan toko di Austria dilaporkan dibuka kembali pada Selasa (14/4/2020). Austria sebelumnya bertindak cepat dalam menghadapi pandemi Corona dengan menutup sekolah, bar, teater, restoran, sejak empat pekan lalu. Mereka telah meminta masyarakat untuk tinggal di rumah.

Sejauh ini dilaporkan ada 549 kematian akibat virus Corona COVID-19 di Austria. Angka ini lebih kecil dibanding kasus sembuh di sana yaitu sebanyak 12.362 dari total 15.274 yang terinfeksi Corona. - PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com

Senin, 27 April 2020

Awal Pekan, Rupiah Keok di Tengah Penguatan Mata Uang Asia


PT KP Press - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.455 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Senin (27/4). Posisi ini melemah 55 poin atau 0,36 persen dari Rp15.400 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Pelemahan mata uang Garuda berbanding terbalik dengan pergerakan mata uang di Asia yang berada di zona hijau. Tercatat, won Korea Selatan menguat 0,32 persen, baht Thailand 0,02 persen, dan dolar Singapura 0,16 persen.

Begitu pula dengan yuan China yang menguat 0,11 persen, ringgit Malaysia 0,11 persen, peso Filipina 0,12 persen. Sementara, yen Jepang minus 0,02 persen dan dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Hal yang sama terjadi hampir di semua mata uang utama negara maju. Dolar Australia terpantau menguat 0,99 persen, euro Eropa 0,03 persen, dolar Kanada 0,27 persen, poundsterling Inggris 0,19 persen.

Analis Lukman Leong memproyeksi nilai tukar rupiah tak jauh-jauh dari Rp15 ribu per dolar AS. Mata uang Garuda diyakini tetap stabil ditopang oleh berbagai upaya Bank Indonesia (BI).

"Saya kira rupiah masih bergerak di area Rp15 ribu per dolar AS. BI akan menjaga stabilitas rupiah," ucap Lukman.

Menurutnya, perkembangan virus corona di global tak terlalu mempengaruhi pergerakan rupiah. Hari ini, Lukman memprediksi rupiah bergerak dalam rentang Rp15.400-Rp15.600 per dolar AS.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya telah menggunakan cadangan devisa (cadev) sebesar US$7 miliar pada Maret 2020 untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat tertekan hebat akibat penyebaran virus corona. Maklum, rupiah pada bulan lalu sempat menyentuh Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Cadev kami akui menurun untuk sebesar US$2 miliar bayar utang pemerintah yang jatuh tempo lalu US$7 miliar untuk stabilisasi rupiah," ucap Perry. - PT KP Press

Jumat, 24 April 2020

Begini Mekanisme Pengembalian Tiket Pesawat di Permenhub Larangan Mudik 2020


Kontak Perkasa Futures - Pesawat komersial dan carter dilarang terbang di Indonesia sebagai imbas dari larangan mudik akibat pandemi virus Corona. Pemilik tiket pesawat bisa mendapatkan uangnya kembali 100 persen.
Hal itu diatur dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Peraturan itu diteken Menhub Ad Interim, Luhut B Pandjaitan.

"Badan usaha angkutan udara wajib mengembalikan biaya tiket secara penuh atau 100% (seratus persen) kepada calon penumpang yang telah membeli tiket yang untuk perjalanan pada tanggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1," demikian bunyi pasal 23.

Mekanisme pengembalian tiket pesawat dijabarkan lagi di Pasal 24. Badan usaha angkutan udara dapat melakukan reschedule, reroute, kompensasi poin, hingga pemberian voucher tiket.

Berikut isi Pasal 24:

(1) Badan usaha angkutan udara dalam mengembalikan biaya tiket angkutan udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. melakukan penjadwalan ulang (re-schedule) bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket dengan tanpa dikenakan biaya;

b. melakukan perubahan rute penerbangan (re-route) bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket tanpa dikenakan biaya dalam hal rute pada tiket tidak bertujuan keluar dan/atau masuk wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2;

c. mengkompensasikan besaran nilai biaya jasa angkutan udara menjadi perolehan poin dalam keanggotaan badan usaha angkutan udara yang dapat digunakan untuk membeli produk yang ditawarkan oleh badan usaha angkutan udara; atau

d. memberikan kupon tiket (voucher ticket) sebesa nilai biaya jasa angkutan udara (tiket) yang dibeli oleh penumpang dapat digunakan untuk membeli kembali tiket untuk penerbangan lainnya dan berlaku paling singkat 1 (satu) tahun serta dapat diperpanjang paling banyak 1 (satu) kali. - Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com

Kamis, 23 April 2020

Satu Pasien Virus Corona Alami 'Gastro Coronavirus', Apa Itu?


PT Kontak Perkasa - Saat seseorang terinfeksi virus Corona COVID-19, biasanya muncul dengan gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Tetapi, ada satu pasien mengalami gejala yang jarang dirasakan pasien COVID-19 dan menyerang sistem pencernaan atau disebut sebagai 'gastro coronavirus'.
Pasien COVID-19 tersebut, Dr Fern Riddell, merasakan gejala seperti orang keracunan makanan. Sejarawan sekaligus penulis asal Inggris ini menghabiskan waktu selama 30 hari untuk melawan virus dengan rasa sakit yang menyakitkan di perutnya.

"Halo, saya sedang menjalani pengobatan virus Corona di rumah sakit, dan selama 26 hari terakhir ini menjadi yang paling menyakitkan dalam hidup saya," tulisnya dalam Twitter.

Awalnya, ia merasa sangat beruntung karena tidak memiliki gejala umum virus Corona pada pernapasannya. Tapi, gejala yang dialaminya sangat mengganggu di bagian perut terutama lambung. Namun, selama 10 hari terakhir, kondisi kesehatannya semakin menurun.

"Rasanya seperti keracunan. Seluruh tubuhku bergetar, sakit, mengalami dehidrasi serius (diatasi dengan 6 liter air sehari yang ditambah dengan oralit), mual yang luar biasa, diare parah, dan kelelahan," jelasnya.

"Sampai beberapa hari terakhir, saya terhidrasi dengan baik dan tidak perlu minum obat-obatan lain lagi. Tapi, saya masih mengalami masalah perut dan sudah berjalan selama 23 hari setelah pertama rasa ini muncul," imbuh Dr Riddell.

Menurut studi yang diterbitkan dalam American Journal of Gastroenterology, gejala gastro coronavirus ini muncul sebelum gejala lain seperti demam dan batuk. Penelitian ini juga mengatakan bahwa pasien yang memiliki gejala pencernaan tersebut, seperti diare memiliki risiko kematian lebih tinggi. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com

Rabu, 22 April 2020

Kim Jong Un Dikabarkan Sakit Keras, Trump: Saya Harap Dia Baik-baik Saja


PT Kontak Perkasa Futures - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berharap pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baik-baik saja usai dikabarkan dalam kondisi bahaya setelah menjalani operasi.
"Saya cuma bisa mengatakan ini: saya berharap dia baik-baik saja," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, seraya menekankan "hubungan baik" antara dirinya dan pemimpin Korut itu.

"Saya hanya berharap dia baik-baik saja," tuturnya seraya menambahkan bahwa dirinya mungkin akan menghubungi Kim untuk mengetahui bagaimana kondisinya.

"Jika dia dalam kondisi seperti yang dikatakan oleh laporan tersebut, yang disebutkan oleh berita itu, itu adalah kondisi yang sangat serius," imbuh Trump, Rabu (22/4/2020).

Trump menolak mengatakan apakah dia memiliki informasi langsung mengenai kondisi kesehatan Kim. Trump menyebut bahwa dirinya cuma mendengar informasi soal Kim lewat pemberitaan media.

"Saya tidak tahu apakah laporan itu benar," ujarnya.

Trump menyampaikan hal tersebut di tengah munculnya pemberitaan mengenai Kim yang dilaporkan dalam kondisi bahaya usai menjalani operasi.

Informasi ini mencuat di tengah spekulasi yang beredar soal kondisi kesehatan Kim setelah dia absen dari acara peringatan hari kelahiran kakeknya, Kim Il Sung, pada 15 April lalu -- yang merupakan hari libur paling penting di Korut. Empat hari sebelumnya, dia terpantau menghadiri sebuah rapat pemerintahan Korut.
Selasa (21/4/2020), seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang memahami isu ini menyatakan otoritas AS sedang memantau informasi intelijen yang menyebut kondisi Kim Jong-Un dalam bahaya besar usai sebuah operasi.

Namun pemerintah Korea Selatan (Korsel) membantah laporan tersebut. Juru bicara kepresidenan Korsel juga menyatakan bahwa tak ada aktivitas khusus yang terdeteksi di Korut saat ini. - PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com