Selasa, 31 Maret 2020

Seperti Bilik Disinfektan, Penyemprotan ala Fogging Juga Tak Bermanfaat


PT Kontak Perkasa - Berbagai cara dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus corona COVID-19. Ada satu cara yang dipercaya bisa mencegahnya juga yaitu dengan menggunakan fogging atau cara pengasapan.

Namun, menurut Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, hal itu sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena bisa menimbulkan iritasi kulit dan mengganggu pernapasan.

"Tidak dianjurkan secara berlebihan seperti 'fogging', karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan," katanya dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Penggunaan disinfektan pun tidak disarankan terlalu berlebihan dan memperhatikan komposisi serta jenis bahan yang digunakan. Ini dimaksudkan agar iritasi itu juga tidak terjadi.

Cairan ini juga tidak akan bisa melindungi diri dari virus. Apalagi saat berkontak dekat dengan orang yang sakit.

"Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda, tubuh, dan baju. Tapi, tidak akan melindungi diri dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit. Jadi, sifatnya adalah sementara," jelasnya.

Prof Wiku mengatakan, cara yang paling ampuh untuk membunuh virus adalah dengan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Tapi, jika tidak bisa langsung cuci tangan, bisa menggunakan hand sanitizer dengan bijak dan aman. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com

Senin, 30 Maret 2020

Cerita Tara Basro saat Masuk Ruang Audisi: Seram Banget!


PT Kontak Perkasa Futures - Sudah hampir sebulan Indonesia dilanda pandemi virus Corona. 14 hari yang lalu, para pekerja pun diminta untuk di rumah aja dan menerapkan jaga jarak.
Untuk menghilangkan rasa jenuh, Tara Basro dan Joko Anwar pun melangsungkan siaran langsung di Instagram. Pada kesempatan tersebut, wanita 29 tahun itu berbagi kisah kepada para netizen soal bagaimana awal mula kariernya di dunia entertainment.

"Awalnya itu sebenarnya gue menikmati art, menyanyi, menari atau pun aktor," kata Tara Basro, Minggu (29/3/2020).

Suatu hari ada musikal dibikin, dan kebetulan (yang) bikin bang Joko. Awalnya modeling segala macem, wah boleh nih nyoba, akting nggak bakat. Akhirnya modal nekat audisi," sambungnya.

Saat itu, Tara Basro masih berusia 19 tahun. Ia pun sempat tak percaya diri karena para peserta yang mengikuti audisi begitu berkualitas.

"Udah gitu masuk ke ruang audisi serem banget, dengerin orang nyanyi keren banget. Terus nyanyi, akting, nyanyi sama nari lulus. Giliran akting tengtong (nggak lulus). Ternyata nggak dipanggil aku," ujar Tara Basro.

Tidak menyerah begitu saja, Tara Basro terus berusaha untuk mencoba. Sampai akhirnya, ia pun diterima ketika casting untuk sebuah film.

"Dan nggak lama nyoba lagi casting, penasaran. Kebetulan aku ngerjain projek dan belajar. Ada beberapa project kadang-kadang ada akting coachnya. Jadi kalau ditanya kenapa jadi aktor karena aku menikmati proses kolektif work," tutur Tara Basro.

"Akhirnya ikut audisi di film 'Catatan Harian si Boy', tahun 2010 sebagai adiknya Ario Bayu. Hari pertama syuting aku sampai gelagapan sampai nggak bisa keluarin dialog. Ternyata pas hari H denger 'kamera rolling action', bener-benar kayak takut. Tadinya nggak kebayang begitu besar pressure di depan kamera. Sebenarnya ketika ada di set itu banyak yang liatin," pungkasnya. - PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com

Jumat, 27 Maret 2020

5 Fakta 'Lockdown' Kota Tegal, Karantina Wilayah untuk Menangkal Corona


PT KP Press - Lockdown atau karantina wilayah akhirnya diberlakukan di Kota Tegal. Akses keluar-masuk wilayah tersebut akan ditutup selama 4 bulan untuk mencegah persebaran virus corona COVID-19.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyebut langkah ini sebagai 'local lockdown'. Sejumlah titik akan ditutup dengan beton untuk membatasi akses.

Beberapa fakta terkait local lockdown di Tegal adalah sebagai berikut:

1. Berlangsung sampai 30 Juli 2020
Local lockdown di Kota Tegal akan berlangsung dari 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020. Selama periode 4 bulan tersebut, akses jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan ditutup dengan beton.

2. Ada 49-50 titik penutupan
Dikatakan, akan ada 49-50 titik penutupan yang akan dipasangi beton. Sebelumnya, local lockdown juga sudah pernah dilakukan di kota ini, namun hanya ditutup menggunakan water barrier.

3. Masuk zona merah
Salah satu alasan Tegal me-lockdown wilayahnya adalah status kota tersebut sebagai zona merah COVID-19. Status ini dipastikan setelah salah seorang warga di Slerok dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

4. Imbauan untuk tidak mudik
Selain menutup akses jalan, Wali Kota Dedy juga mengeluarkan imbauan bagi para perantau. Pada musim mudik kali ini, Dedy menyarankan agar para perantau tidak pualng kampung. Jika terpaksa pulang kampung, maka diwajibkan melapor ke gugus tugas COVID-19 untuk menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

5. Sudah dilakukan di banyak negara
Sejumlah negara telah melakukan lockdown atau karantina wilayah. Bukan hanya kota tertentu, melainkan satu negara atau disebut country lockdown. Salah satunya adalah Italia yang menjadi episentrum COVID-19 di Eropa. - PT KP Press

Sumber : detik.com

Kamis, 26 Maret 2020

Pangeran Charles Tak Mau Bikin Publik Heboh usai Positif Corona


Kontak Perkasa Futures - Pangeran Charles merupakan anggota keluarga kerajaan Inggris pertama yang dinyatakan positif virus Corona. Banyak penyesuaian yang dilakukan oleh istana sejak diagnosis tersebut diumumkan.

Salah satu yang dilakukan oleh pihak istana adalah memastikan jarak aman para anggota keluarga kerajaan. Seperti yang diketahui, Pangeran Charles kini diisolasi di Skotlandia, sementara Pangeran William dan keluarga menetap di Sandringham.

Sang Ratu sudah terlebih dulu diamankan di Kastil Windsor setelah salah satu stafnya di Istana Buckingham dinyatakan positif virus Corona. Ia ditemani oleh Pangeran Philip, dan bekerja secara remote.

Hal tersebut tampak dari foto yang diunggah oleh akun Instagram resmi The Royal Family. Tampak Ratu Elizabeth berkomunikasi dengan PM Boris Johnson melalui sambungan telepon.

Tak berbeda dengan Ratu Elizabeth, Pangeran Charles rupanya masih tetap bekerja. Dalam pernyataan yang dirilis oleh Clarence House, sang pangeran hanya merasakan gejala minim sehingga masih bisa bekerja seperti biasa.

"Anggota keluarga kerajaan lain terus berkomunikasi dengan Pangeran Charles melalui telepon. Namun yang mereka bicarakan hanyalah 'bisnis' seperti biasa," ungkap sumber seperti dikutip dari E! Online.

"Pangeran Charles tak ingin keadaannya membuat heboh, karena jelas ribuan orang menderita karena virus ini. Bahkan beberapa lebih parah dari dirinya," pungkasnya.

Sementara Pangeran Harry dan Meghan Markle sudah terlebih dulu meninggalkan Inggris bersama Archie dan menetap di Kanada. Keduanya melakukan isolasi diri, namun disebut terus berhubungan dengan Pangeran Charles. - Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com

Selasa, 24 Maret 2020

Positif Virus Corona, Guru Besar UGM Meninggal Dunia


PT Kontak Perkasa - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan inisial ID yang sebelumnya dinyatakan positif virus corona COVID-19 meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhirnya saat dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
"Rencana pukul 07.00 WIB beliau diberangkatkan dari kamar forensik Sardjito langsung ke pemakaman," kelas Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan.

Sejak Rabu (18/3) lalu, civitas akademika UGM telah menyampaikan salah satu pengajarnya positif virus corona. Setelah itu semua yang pernah kontak dengan ID ditelusur dan diminta memeriksakan diri ke rumah sakit.

Sebelumnya dilaporkan ID dirawat di RSUP Dr Sardjito sejak 15 Maret. Sejak masuk ke rumah sakit, pasien ditangani di ruang isolasi.

"Kami memohonkan maaf jika selama berhubungan dengan beliau ada hal-hal yang membuat kurang berkenan, dan mohon doa dari tempat masing-masing untuk almarhum, juga mohon doa untuk keluarganya agar diberi kesabaran dan ketabahan," tutur Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, kepada wartawan.

Saat ini pihak UGM akan menggelar doa bersama dan upacara penghormatan di Balairung UGM. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com

Senin, 23 Maret 2020

Virus Corona Disebut Mampu Bertahan di Udara, WHO Cemaskan Tenaga Medis


PT Kontak Perkasa Futures - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tengah mempertimbangkan tindakan pencegahan virus corona di udara setelah sebuah studi menunjukkan virus tersebut mampu bertahan di udara atau menular melalui airborne, di kondisi tertentu.
Dr Maria Van Kerkhove, Kepala Unit Penyakit Zoonosis dari WHO menyebut virus corona yang menular melalui droplet atau tetesan air liur saat seseorang batuk atau bersin, khususnya dalam fasilitas medis seperti rumah sakit, akan menghasilkan aerosol dan partikel tersebut dapat mengindikasikan virus mampu bertahan sedikit lebih lama di udara.

"Sangat penting bagi petugas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan ketika mereka merawat pasien," katanya.

Para pejabat kesehatan dunia mengatakan virus corona yang dibawa melalui tetesan air liur saat bersin dan batuk ini dapat tertinggal di benda-benda. Bahkan dapat tetap 'melayang' di udara, tergantung pada beberapa faktor seperti suhu dan kelembaban.

Beberapa penelitian lain, disebutkan oleh Dr Kerkhove, telah melihat sejumlah negara dengan kondisi lingkungan yang bisa membuat virus corona COVID-19 bisa bertahan lebih lama. WHO telah menggunakan informasi yang telah dihimpun tersebut untuk memastikan panduan yang sesuai, khususnya bagi tenaga kesehatan.

Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC di Amerika Serikat, mengatakan bahwa pihaknya meneliti secara berkala dan mengevaluasi seberapa lama virus corona COVID-19 mampu bertahan terutama di permukaan.

"Pada tembaga dan baja, ini sangat khas dan bisa (bertahan) dua jam. Tapi harus saya katakan bahwa di permukaan lain seperti kardus atau plastik, masa tahannya lebih lama," tutur Redfield. - PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com

Jumat, 20 Maret 2020

Cegah Penyebaran Corona, Festival Musik Virtual Digelar Hari Ini


PT KP Press - Hingga beberapa minggu ke depan, orang-orang diminta untuk tetap berdiam di dalam rumah, termasuk musisi. Oleh karena itu, jangan harap ada acara musik yang bisa didatangi.

Namun ada cara lain untuk bisa menikmati musik secara live. Defected Records, label rekaman di Inggris, menggelar festival musik virtual.

Rencananya, acara itu bisa diakses melalui situs Ministry of Sound pada hari ini, Jumat (20/3/2020).

"Musik dan clubbing adalah cara relaksasi bagi banyak orang, tapi perkumpulan sosial sedang dilarang sekarang ini. Kami ingin menghubungkan orang secara daring dengan harapan mereka bisa merasa tidak sendiri," ujar pemilik Defected Records, Simon Dunmore, seperti dilansir NME.

Untuk memberikan suguhan menarik, festival tersebut memiliki beberapa line up, seperti Simon Dunmore, Monki, Sam Divine, Low Steppa, The Shapeshifters, Melvo Baptiste, Joey Negro, Dan Shake, dan Darius Syrossian. - PT KP Press

Sumber : detik.com