Jumat, 25 Januari 2019

Memburu Mafia Narkoba Otak Pembunuhan dan Pembakar Inah


PT Kontak Perkasa - Asri lari seribu langkah setelah membunuh dan membakar Inah Antimurti (20) gegara utang sabu. Jejak anggota mafia narkoba ini masih misteri.

Asri kini menjadi buronan polisi setelah diduga memperkosa, membunuh hingga membakar Inah secara sadis pada Sabtu 19 Januari 2019 malam. Jasad Inah yang hangus terbakar ditemukan warga sekitar di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Minggu 20 Januari 2019.

Aksi biadab Asri terungkap sesuai keterangan para pelaku, Malik (21), Feriyanto (25), YG (16) dan FB (16) yang telah ditangkap tim gabungan Subdit Jatanras Polda Sumsel bersama Polres Ogan Ilir.

Asri diduga sebagai eksekutor dan otak pembunuhan Inah, janda muda satu anak. Asri membunuh Inah karena diduga memiliki utang. "Kalau dari keterangan dari pelaku ya utang sabu," ujar Kasubdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan AKBP Yudi Suhariadi.

Di hadapan polisi, salah seorang pelaku Abdul Malik berkicau. Malik mengatakan Asri dan Inah menjalin kasih semenjak Inah bercerai dengan suaminya yang berada di Pedataran, Muaraenim. "Saya tahu mereka pacaran, saya sering lihat dia (Inah) jalan sama Asri di sekitar Gelumbang. Kalau lihat muka aslinya ya baru malam kejadian itu," ungkap Malik di Mapolda Sumsel.

Asri juga dikenal sebagai seorang kurir sabu yang sudah memiliki istri. Bahkan, istrinya Asri disebut-sebut lebih dari satu orang. "Kami sering pakai sabu di tempat Asri, dia yang kasih. Bayarnya kadang Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu. Asri itu istrinya banyak, bukan cuma satu," imbuh Malik.

Malik juga menceritakan pembunuhan sadis itu. Malik mengatakan dirinya melihat sendiri saat Asri memperkosa korban di dalam kamar berukuran 3x3 meter. Tidak lama setelah pemerkosaan, Inah sempat berteriak dan minta tolong.

"Saya lihat dia (Inah) main sama Asri di kamar, nggak lama terdengar dia minta tolong. Pas saya lihat Asri mukul pakai kayu balok di kamar 2 kali sampai mati," kata Malik.

Tak lama setelah korban tewas, pelaku Asri meminta tolong pada Abdul Malik, Fariyanto, FB dan YG agar mengangkat kasus spring bed ke mobil pikap yang sudah ada di depan kontrakan. Selain itu, Malik diminta mencari karung bersama FB. Setelah karung itu dapat, Asri meminta YG untuk membeli bensin 4 litter di warung terdekat.

Saat YG membeli bensin, Malik diminta Asri membantu memasukkan korban ke dalam karung dalam kondisi telanjang bulat. Tapi Asri memberikan kesempatan kepada Malik bersetubuh dengan korban meskipun sudah tidak bernyawa.

Selepas puas melampiaskan nafsunya, Malik diminta Asri memasukkan Inah ke karung. Bahkan karena tidak muat, Inah pun diikat dengan kawat. Setelah korban masuk dalam karung, mereka sama-sama mengangkat kasur spring bed ke mobil pick up BG-9207-NH yang diduga milik Asri.

Setelah spring bed berada di atas mobil pick up, korban pun diangkat ke mobil. Selanjutnya korban diletakkan di bawah spring bed. Sementara pelaku duduk di atas spring bed. Asri diduga sebagai eksekutor yang membakar dan membunuh.

Polisi saat ini masih terus mencari tempat persembunyian Asri. "Kami sudah periksa banyak (saksi-saksi) ya, termasuk keluarga korban sudah. Sampai saat ini itu nggak ada (yang mengenali Asri), keluarga juga belum tahu," tuturnya. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar