Senin, 08 Juli 2019

2 Penembakan di Kulon Progo dalam 5 Bulan, Pelakunya Belum Terungkap


PT Kontak Perkasa - Dalam lima bulan terakhir, terjadi dua kali aksi teror berupa penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Kulon Progo. Sejauh ini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.

Peristiwa pertama terjadi pada 26 Maret lalu, sebuah diler sepeda motor ditembaki OTK. Peristiwa kedua berupa penembakan pos polisi lalu lintas, Kamis (4/7) pekan lalu.

"Iya (kasus kedua)," kata Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Jalan Padjajaran Ringroad Utara, Sleman, Senin (8/7/2019).

Polisi masih mendalami dua kasus tersebut. Diduga pelaku dari dua aksi penembakan itu adalah orang berbeda.

"Nggak (sama), beda, beda (pelakunya)," sebut Hadi.

Kesimpulan itu, Hadi melanjutkan, dilihat dari hasil penyelidikan sementara serta akibat yang ditimbulkan. "Akibat yang ditimbulkan yang pertama lebih kecil. Yang ini (pospol), dia pakai airgun yang sudah dimodifikasi," terang Hadi.

Seperti diberitakan detikcom pada 26 Maret 2019, sebuah diler motor di Jalan Wates-Yogya Km 2, Desa Giripeni, Wates, Kulon Progo, ditembaki orang tak dikenal.

"Tembakan mengenai kaca depan, ada dua lubang. Ini masih didalami," kata Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution, kepada wartawan saat mengecek TKP, Selasa (26/3).

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Penjaga malam diler, Suroto, mengaku terbangun setelah mendengar suara seperti kaca pecah. Saat dicek, dia tidak menemukan pecahan kaca. Kondisi gerbang depan juga masih terkunci rapat.

"Baru pagi tadi saya lihat ada dua lubang di kaca, langsung saya melapor ke polisi," jelas Suroto.

Polisi menyelidiki peristiwa ini dengan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Kita olah TKP, mintai keterangan saksi-saksi, termasuk cek CCTV untuk mengidentifikasi pelaku," kata Anggara.

Anggara menyimpulkan peristiwa penembakan itu bukan merupakan teror. "Bukan teror, ini kita masih lidik," sebutnya.

Hasil olah TKP, ditemukan dua lingkaran bekas tembakan di kaca depan diler. Antara dua lubang itu berjarak sekitar 0,5 meter. Tak jauh dari kaca, polisi menemukan dua peluru berukuran 4,5 mm.

"Bukan peluru tajam, ditemukan dua mimis seperti peluru senapan angin, ukuran 4,5 mm. Jadi dugaan sementara, tembakan berasal dari senapan angin atau airsoft gun," terangnya.

"Peluru hanya mengenai kaca dan memantul keluar, tidak menembus sampai ke dalam diler," imbuh Anggara.

Sedangkan peristiwa pos polisi lalu lintas Siluwok yang ditembak oleh orang tak dikenal terjadi Kamis (4/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Dari olah TKP, polisi mengamankan sebutir gotri bewarna emas diameter 4,5 mm. Juga didapati sebuah lubang tak lebih dari 1 cm di kaca sisi depan pos. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar