Jumat, 21 Februari 2020

Detail Skenario Evakuasi 74 ABK Diamond Princess dengan KRI Dr Soeharso


PT KP Press - Rencananya 74 WNI yang sehat akan segera dievakuasi menggunakan KRI Dr Soeharso. Meski Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belum bisa memastikan keberangkatan keberangkatannya, kapal rumah sakit ini telah mempersiapkan diri dengan detail skenario pemulangan.
Dijelaskan Pasopsatgas Kol Laut (P), Tony Herdianto, saat ditemui di Dermaga Komando Armada II, ada beberapa opsi yang direncanakan menjadi skenario dari proses penjemputan atau evakuasi 74 WNI di kapal pesiar Diamond Princess, Jepang.

"Ini adalah cara gerak sementara dari kami yaitu secara umum dapat kami sampaikan dari Surabaya menuju ke Yokohama, tentu saja akan melewati beberapa titik-titik. Kemudian ke Natuna untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan karantina apabila diperlukan," ungkapnya, Kamis (20/2/2020)

"Namun diharapkan pada saat dari Yokohama menuju ke Natuna kami akan mengundur waktu mungkin lebih dari 22 hari, diharapkan sampai dengan tanah air di perbatasan itu sudah melewati 14 hari, di mana 14 hari merupakan masa inkubasi," lanjutnya.

Ia berharap dengan skenario tersebut nantinya saat masuk ke Natuna, seluruh WNI dinyatakan sehat dan tidak ada yang terinfeksi. Adapun opsi kedua yang direncanakan memiliki titik kumpul di Manado.

"Opsi kedua yaitu dari Surabaya, Yokohama, ke Surabaya, dengan titik kumpul di Manado selama 24 hari. Jadi dari Surabaya ke Yokohama, kembali lagi ke Surabaya," katanya.

Ia menyebut kemungkinan WNI menjalani karantina selama 14 hari saat berada di perjalanan kembali menuju ke Indonesia.

"Hal yang sama, berharap pada saat sebelum masuk ke Surabaya, selama perjalanan dari tim medis melaksanakan berbagai tindakan karantina," pungkasnya. - PT KP Press

Sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar